ITS Dampingi UMKM Oro-Oro Ombo Kulon Siapkan Sertifikasi Halal Jelang Mandatory Halal 2026

Admin · 14 Sep 2026, 16:54 WIB · 25 dilihat · 2 menit baca
Bagikan:
ITS Dampingi UMKM Oro-Oro Ombo Kulon Siapkan Sertifikasi Halal Jelang Mandatory Halal 2026
Mahasiswa Institut Teknologi Sepiluh Nopember (ITS) saat melakukan KKN Abmas di Desa Oro-Oro Ombo Kulon, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan

PASURUAN (faktapasuruan) – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus mendorong penguatan ekosistem ekonomi halal di daerah wisata. Salah satunya melalui program Kuliah Kerja Nyata Pengabdian kepada Masyarakat (KKN Abmas) berupa pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku usaha Warung Kampung Mangga dan UMKM di Desa Oro-Oro Ombo Kulon, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan.

Kegiatan yang berlangsung pada 11-13 September 2026 tersebut difokuskan untuk membantu pelaku usaha makanan dan minuman memahami sekaligus memenuhi berbagai persyaratan sertifikasi halal.

Program KKN Abmas ini dipimpin Rindang Fajarin, S.Si., M.Si., selaku Ketua Tim KKN Abmas, dengan melibatkan 15 mahasiswa dari Departemen Teknik Material dan Metalurgi (DTMM) ITS.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Fakta Pasuruan
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

Kegiatan sosialisasi sertifikasi halal turut dihadiri Kepala Desa Oro-Oro Ombo Kulon Hariono beserta jajaran serta perwakilan BUMDes Oro-Oro Ombo Kulon.

Sebelum diterjunkan ke lapangan, para mahasiswa terlebih dahulu mendapatkan pelatihan Pendamping Proses Produk Halal (P3H) yang diselenggarakan Lembaga Pelatihan dan Pengkajian Produk Halal (LP3H) ITS.

Pelatihan tersebut memberikan bekal kepada mahasiswa mengenai kriteria halal dan haram, identifikasi bahan-bahan kritis, penyusunan dokumen, hingga tahapan pengajuan sertifikasi halal melalui sistem Sihalal milik Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

“Sertifikasi halal penting bagi UMKM dalam menyongsong mandatory halal 18 Oktober 2026,” ujar Rindang.

Setelah mendapatkan pembekalan, tim KKN Abmas kemudian melakukan sosialisasi kepada pelaku usaha Warung Kampung Mangga dan UMKM di Desa Oro-Oro Ombo Kulon.

Dalam sosialisasi tersebut, para pelaku usaha diberikan pemahaman mengenai pentingnya jaminan produk halal. Materi juga mencakup berbagai aspek dalam proses produksi, mulai dari penggunaan bahan baku, pengolahan, penyimpanan, pengemasan hingga penyajian produk.

Tidak berhenti pada sosialisasi, mahasiswa juga melakukan pendataan terhadap UMKM yang berpotensi mengikuti program sertifikasi halal.

Pendataan dilakukan dengan mengidentifikasi jenis usaha, produk yang dihasilkan, bahan-bahan yang digunakan serta kesiapan masing-masing pelaku usaha dalam memenuhi persyaratan sertifikasi halal.

Selanjutnya, mahasiswa mendampingi pelaku UMKM dalam mempersiapkan dokumen dan informasi yang dibutuhkan untuk proses pengajuan sertifikasi halal.

Pendampingan ini diharapkan dapat mempermudah pelaku usaha, khususnya UMKM yang berada di kawasan wisata petik mangga Oro-Oro Ombo Kulon, untuk mendapatkan sertifikasi halal.

Selain meningkatkan kepatuhan terhadap ketentuan jaminan produk halal, sertifikasi tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk makanan dan minuman yang dijual di kawasan wisata tersebut.

Rindang berharap kegiatan KKN Abmas ITS dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi pelaku usaha sekaligus ikut memperkuat ekosistem ekonomi halal di Kabupaten Pasuruan.

“Semoga kegiatan ini bisa mendukung ekosistem halal di tempat wisata petik mangga khususnya, dan Indonesia pada umumnya,” tutur Rindang.

(Red)

Facebook Comments Box
25 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Fakta Pasuruan

Lihat semua artikel →