Sedekah Bumi Dusun Jawi Digelar di Candi Jawi, Warga Perkuat Guyup Rukun dan Lestarikan Budaya

Admin · 13 Sep 2026, 20:20 WIB · 29 dilihat · 3 menit baca
Bagikan:
Sedekah Bumi Dusun Jawi Digelar di Candi Jawi, Warga Perkuat Guyup Rukun dan Lestarikan Budaya
Sedekah bumi yang digelar masyarakat Dusun Jawi, Desa Candiwates, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan

PASURUAN (faktapasuruan) – Ratusan warga Dusun Jawi, Desa Candiwates, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, menggelar tradisi Sedekah Bumi, Minggu (13/9/2026). Puncak kegiatan dipusatkan di kawasan Candi Jawi, salah satu cagar budaya peninggalan Kerajaan Majapahit yang berada di wilayah Prigen.

Sedekah Bumi tahun ini mengusung tema “Guyup Rukun Lahir Batin, Tata Tentrem Kartoharjo Uripe”. Tema tersebut menjadi harapan warga agar kehidupan masyarakat semakin rukun, lingkungan desa tertata, tenteram, makmur, serta mendapat keberkahan.

Kegiatan tersebut dihadiri Camat Prigen Irfan Gunardi, Kabid Kebudayaan dan Pariwisata, Kepala Desa Candiwates Sholtoni, tokoh agama, tokoh adat, perangkat desa, serta seluruh warga Dusun Jawi.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Fakta Pasuruan
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

Kepala Desa Candiwates Sholtoni mengatakan, Sedekah Bumi merupakan bentuk rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil bumi, kesehatan, keselamatan, dan berbagai keberkahan yang diterima selama satu tahun.

“Tema tahun ini ‘Guyup Rukun Lahir Batin, Tata Tentrem Kartoharjo Uripe’. Artinya kami ingin warga hidup rukun lahir batin, desa tertata, tenteram, makmur dan uripnya barokah. Kami gelar di Candi Jawi agar anak cucu ingat sejarah dan leluhur,” ujar Sholtoni.

Menurutnya, pelaksanaan Sedekah Bumi di kawasan Candi Jawi juga menjadi momentum untuk mengenalkan serta menjaga keberadaan situs bersejarah kepada generasi muda.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kirab gunungan hasil bumi yang diiringi kesenian tradisional dari Balai Desa menuju kawasan Candi Jawi. Gunungan tersebut menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas hasil bumi sekaligus bentuk kebersamaan warga.

Setelah kirab, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama dan istighosah yang dipimpin tokoh agama untuk memohon keselamatan, ketenteraman, serta keberkahan bagi masyarakat.

Selain itu, digelar pula upacara adat di kawasan Candi Jawi, tumpengan dan bancaan dengan menu khas hasil bumi yang dinikmati bersama warga. Semangat kebersamaan juga semakin terasa dalam berbagai pagelaran seni dan budaya, mulai dari tari tradisional, campursari, pengajian hingga pagelaran wayang kulit.

Camat Prigen Irfan Gunardi mengapresiasi masyarakat Dusun Jawi yang dinilai konsisten menjaga tradisi dan budaya lokal.

Menurutnya, Sedekah Bumi tidak hanya memiliki nilai budaya dan spiritual, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga.

“Sedekah bumi ini bukan hanya ritual, tapi perekat sosial. Dengan guyup rukun, pembangunan di Prigen bisa jalan. Candi Jawi juga jadi saksi bahwa Prigen punya akar budaya kuat,” kata Irfan.

Ia berharap tradisi semacam ini terus dilestarikan dengan tetap menjunjung toleransi dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Puncak acara ditandai dengan pembagian hasil bumi dari gunungan kepada warga. Pembagian tersebut menjadi simbol pemerataan rezeki, rasa syukur, dan harapan agar keberkahan dapat dirasakan bersama.

Melalui tradisi Sedekah Bumi, masyarakat Dusun Jawi tidak hanya mempertahankan warisan budaya leluhur, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong.

Dengan semangat “Guyup Rukun Lahir Batin”, warga berharap kehidupan masyarakat Dusun Jawi dan Desa Candiwates semakin tata, tentrem, kartoharjo, dan uripe barokah.

(yan/dim)

Facebook Comments Box
29 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Fakta Pasuruan

Lihat semua artikel →