PASURUAN (faktapasuruan) – Seorang remaja naas asal Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di kawasan Air Terjun Cuban Gede, tepatnya di Dusun Kepulungan II, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Kamis (25/6/2026) malam.
Korban diketahui bernama Dafairus Willy (17), warga Dusun Tamanan, Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.
Tim gabungan yang melakukan pencarian terhadap korban berhasil menemukan korban dalam kondisi sudah tidak bernyawa sekitar pukul 21.30 WIB setelah beberapa jam melakukan pencarian.
Farhan, salah satu warga Gempol sekaligus relawan yang turut melihat proses pencarian korban mengatakan, korban ditemukan dalam kondisi terjepit di bawah batu di sekitar area air terjun.
“Alhamdulillah sudah ditemukan sekitar pukul 21.30 WIB. Posisinya terjepit di bawah batu sekitar air terjun,” ujar Farhan.
Berdasarkan keterangan rekan korban, kejadian naas tersebut bermula saat korban datang ke lokasi bersama sama dengan delapan rekannya. Rombongan tersebut menuju Air Terjun Cuban Gede setelah mengetahui lokasi itu viral di media sosial.
Verdi (18), salah seorang rekan korban mengatakan, rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 12.30 siang, melalui jalur Desa Wonosari. Setibanya di lokasi, mereka sempat beristirahat dan makan bersama sebelum sebagian anggota rombongan bermain air di sekitar air terjun.
“Awalnya kami ke lokasi karena penasaran lihat dari dekat. Kan infonya sudah viral di media sosial, jadi pengen ke lokasi,” ujar Verdi.
Menurut Verdi, awalnya rombongan bermain di area yang dianggap aman karena kondisi air relatif dangkal dan hanya terdapat bebatuan kecil. Namun, situasi berubah ketika beberapa anggota rombongan mengalami kesulitan saat berada di dalam air.
“Tiba-tiba situasi berubah menjadi panik. Ternyata dua teman perempuan saya, lalu Aldo dan Nizam minta tolong karena ada yang tenggelam,” ujarnya.
Dalam kondisi tersebut, rombongan segera mengevakuasi Nizam yang kondisinya dinilai paling serius ke RS Abyakta Kepulungan. Setelah itu, mereka menyadari Willy sudah tidak terlihat. Rekan korban sempat melakukan pencarian secara mandiri, tetapi belum menemukan keberadaan korban (Willy).
“Kami sempat cek ke rumahnya, ternyata belum pulang. Saya akhirnya balik lagi ke lokasi tapi tetap tidak ketemu sama Willy,” jelas Verdi.
Kemudian pencarian dilakukan tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, Tagana, FPRB, PMI, Redkar, ILKP, Pemerintah Desa Kepulungan, serta sejumlah relawan.
Setelah dilakukan penyisiran, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek, Kecamatan Gempol, sekitar pukul 22.00 WIB.
Menindak lanjuti adanya kejadian tersebut, sekaligus sebagai langkah pencegahan, Pemerintah Desa Kepulungan berencana memasang papan peringatan dan larangan mandi di kawasan air terjun tersebut.
(dim)

