PASURUAN (faktapasuruan) – Aksi demo di depan Kantor Bupati Pasuruan dilakukan oleh puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pasuruan.
Aksi tersebut berlangsung pada, Senin (16/03/2026) di komplek Perkantoran Raci, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan yang nyaris ricuh.
Aksi ini dipicu akibat keteledoran dan pembiaran bekas tambang yang ada di Desa Jeladri, Kecamatan Winongan yang mengakibatkan Muhammad Sofa Alfian (12) meninggal dunia karena terjatuh di kubangan bekas tambang galian C pada Senin (09/03/2026) lalu.
Dimana pemerintah hingga kini tidak melakukan tindakan terhadap pemilik tambang, bahkan tidak melihat kondisi bekas tambang galian C yang dibiarkan tanpa adanya reklamasi.
Para mahasiswa bahkan mengucapkan bela sungkawa terhadap Pemerintah Kabupaten Pasuruan akan matinya hati nurani akan kejadian yang menewaskan warganya yang tenggelam di bekas galian C.
“Aksi ini dipicu adanya salah satu warga yang meninggal akibat tenggelam di bekas galian C, tapi pemerintahan tidak ada respon akan kejadian tersebut,” kata Ubaidillah koordinator aksi.
Sementara itu, Nur Kholis selaku kepala Dinas Lingkungan Hidup menyampaikan ini menjadi koreksi atas kinerjanya, semua ada prosedur pada kegiatan tambang mutlak dari Propinsi Jawa Timur, dan pemerintah daerah sudah koordinasi dengan ESDM Propinsi Jawa Timur.
“Ini menjadi koreksi atas kinerja, tapi ada prosedur yang tidak bisa dilakukan oleh pemerintah daerah dan semua kewenangan ada di Provinsi Jawa Timur,” terangnya.
Dalam aksi puluhan mahasiswa yang tergabung dalam PMII mendapatkan pengawalan ketat dari Satpol PP dan TNI-Polri mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.
(bah/dim)

Demo yang nyaris ricuh didepan Kantor Bupati Pasuruan







