Petugas Penjaga Palang Pintu Heroik di Bangil Dapat Apresiasi, Dishub Ungkap Standar Sertifikasi Khusus

Admin · 29 Jul 2026, 15:38 WIB · 19 dilihat · 2 menit baca
Bagikan:
Petugas Penjaga Palang Pintu Heroik di Bangil Dapat Apresiasi, Dishub Ungkap Standar Sertifikasi Khusus
Dishub saat memberikan apresiasi kepada Muhammad Shofi Bahtiar (24), yang menyelamatkan seorang warga dari rel kereta api

PASURUAN (faktapasuruan) – Aksi heroik petugas penjaga palang pintu JPL 105 Bangil, Muhammad Shofi Bahtiar (24), yang menyelamatkan seorang warga dari rel kereta api hingga viral di media sosial, mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Selain memberikan penghargaan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pasuruan juga mengungkap standar pelatihan dan sertifikasi yang wajib dimiliki setiap petugas penjaga perlintasan kereta api.

Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan, Digdo Sutjahjo, saat mengunjungi Pos JPL 105 di Kelurahan Masangan, Kecamatan Bangil, Rabu (29/7/2026).

Dalam kunjungannya, Digdo menyerahkan bingkisan sebagai bentuk penghargaan atas aksi cepat dan berani yang dilakukan Shofi dalam menyelamatkan nyawa seorang warga.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Fakta Pasuruan
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

“Dari Dinas Perhubungan, ini patut kita apresiasi Mas Shofi. Kami berterima kasih, semangatnya luar biasa untuk membantu masyarakat yang ada di sekitar palang pintu,” ujar Digdo.

Menurutnya, aksi penyelamatan tersebut telah dilaporkan kepada Bupati Pasuruan. Bahkan, Dishub tengah mengusulkan agar Shofi memperoleh penghargaan lebih lanjut dari pimpinan maupun instansi terkait sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan keberaniannya.

Tak hanya memberikan apresiasi, Digdo juga mengungkap bahwa setiap petugas penjaga palang pintu di Kabupaten Pasuruan wajib mengikuti pendidikan khusus sebelum bertugas di lapangan.

“Sebelum menjadi petugas, dipersyaratkan untuk mengikuti pendidikan di PPI Madiun, sehingga petugas penjaga palang pintu ini mempunyai sertifikat khusus,” terangnya.

Ia menjelaskan, pendidikan tersebut membekali para petugas dengan kemampuan teknis dan prosedur keselamatan perjalanan kereta api, termasuk keterampilan mengambil keputusan secara cepat dalam situasi darurat demi melindungi keselamatan pengguna jalan.

Aksi heroik Shofi sendiri terjadi pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 19.46 WIB. Saat sirene berbunyi dan palang pintu JPL 105 telah tertutup untuk memberikan prioritas kepada KA Sangkuriang relasi Ketapang–Bandung, Shofi melihat seorang pria bernama Dasuki berdiri di tengah rel kereta api.

Dengan kereta yang diperkirakan hanya berjarak sekitar 500 meter, Shofi tanpa ragu berlari menuju rel dan menarik Dasuki ke tempat aman. Ketika pria tersebut sempat berusaha kembali ke jalur rel, Shofi kembali menariknya menjauh hanya beberapa detik sebelum kereta melintas.

Keberanian petugas muda itu pun menuai apresiasi dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan, Febri Irawan Darwis, yang menilai tindakan Shofi menjadi teladan kepedulian sosial dan dedikasi dalam menjalankan tugas.

Menurut Febri, peristiwa tersebut juga menjadi pengingat bahwa keselamatan di perlintasan kereta api tidak hanya bergantung pada kesiapsiagaan petugas, tetapi juga memerlukan kesadaran serta kedisiplinan masyarakat untuk mematuhi aturan demi mencegah terjadinya kecelakaan.

(bah/dim)

Facebook Comments Box
19 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Fakta Pasuruan

Lihat semua artikel →