Kemarau, Pemkab Pasuruan Bersama Pemprov Jatim Turun Tangan Distribusikan Air Bersih Dan Sembako

Admin · 6 Sep 2026, 16:51 WIB · 51 dilihat · 2 menit baca
Bagikan:
Kemarau, Pemkab Pasuruan Bersama Pemprov Jatim Turun Tangan Distribusikan Air Bersih Dan Sembako
Bupati Pasuruan bersama Gubernur Jatim saat berjibaku salurkan bantuan kepada warga terdapak kemarau panjang

PASURUAN (faktapasuruan) – Kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur membuat pemerintah memperkuat penanganan krisis air bersih. Salah satunya dengan menyalurkan bantuan air bersih dan sembako kepada masyarakat terdampak di Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, Minggu (6/9/2026) siang.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyebut, sebanyak 24 kabupaten/kota telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) darurat kekeringan akibat kemarau panjang.

“Ada 24 kabupaten/kota yang mengeluarkan SK darurat kekeringan karena kemarau yang panjang. Dari 24 kabupaten/kota ini, kehadiran kami merupakan yang ke-24,” ujar Khofifah.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Fakta Pasuruan
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

Menurutnya, pemerintah bersama tim terkait terus memperluas penyaluran bantuan ke titik-titik yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Selain air, bantuan sembako juga diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kita bersama dengan semua tim di setiap titik berbagi air bersih dan juga berbagi sembako. Sama-sama bisa membantu keterjangkauan masyarakat mengakses air bersih dan sembako,” katanya.

Tak hanya bantuan langsung, Pemprov Jatim juga menyiapkan langkah antisipasi melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Upaya tersebut akan dilakukan jika terdapat potensi awan yang memungkinkan untuk dimodifikasi menjadi hujan.

“Kita sepertinya standby, karena sangat mungkin mulai tanggal 6 ini akan ada awan yang bergerak. Kalau awan itu bergerak ke daratan, maka kita melakukan operasi modifikasi cuaca, potensial itu menjadi hujan,” jelasnya.

Khofifah juga mengajak tokoh agama di Kabupaten Pasuruan untuk melakukan ikhtiar melalui sholat Istisqa atau sholat meminta hujan.

“Bagi daerah-daerah yang memiliki kekuatan religiusitas tinggi seperti di Pasuruan, saya memohon tokoh-tokoh agama di sini berkenan melaksanakan sholat Istisqa,” ucapnya.

Ia berharap upaya pemerintah melalui OMC dapat berjalan beriringan dengan ikhtiar masyarakat, sehingga hujan segera turun dan persoalan kekeringan dapat teratasi.

Sementara itu, Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo mengatakan, pendistribusian air menggunakan tandon masih menjadi solusi sementara untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama musim kemarau.

“Kekeringan ini untuk solusi temporer kita bantu pakai air tandon. Tapi kita masih mencari solusi permanen, biar delapan desa kami tidak ada kekeringan,” kata Rusdi.

Menurutnya, Pemkab Pasuruan telah menyampaikan kebutuhan tersebut kepada Gubernur Jawa Timur. Pemerintah daerah berharap dukungan dari Pemprov Jatim dapat membantu menghadirkan solusi jangka panjang bagi delapan desa yang masih mengalami persoalan kekurangan air saat musim kemarau.

“Saya sudah matur ke Ibu Gubernur, insyaallah nanti ada bantuan dari provinsi agar delapan desa kita bisa mendapatkan solusi dan tidak ada kekurangan air lagi ketika musim kemarau,” pungkasnya.

(bah/dim)

Facebook Comments Box
51 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Fakta Pasuruan

Lihat semua artikel →