PASURUAN (faktapasuruan) – Pasuruan Super League 2026 yang merebutkan piala Bupati Pasuruan, yang digadang-gadang sebagai ajang untuk mencari bibit atlet sepak bola lokal untuk mengharumkan nama Pasuruan dikanca Nasional mulai tercoreng.
Pasalnya, pada laga group B yang mempertemukan antara Kecamatan Gempol dengan Kecamatan Wonorejo yang digelar di lapangan Desa Ngadimulyo, Kecamatan Sukorejo diwarnai aksi baku hantam antar pemain.
Kejadian berawal dari adu body antar pemain yang merebutkan bola lambung. Kedua pemain muda tidak bisa mengendalikan emosinya sehingga terjadi baku hantam antar pemain ditengah lapangan.
Pertandingan yang dipimpin oleh wasit PSSI M. Syaroni akhirnya menghadiahkan kartu merah kepada kedua pemain, yakni Husyen dari Gempol FC dan Untung Budiono dari Wonorejo FC.
Pelatih Gempol FC Sunardi menyayangkan tindakan pemainnya yang membuat kericuhan antar pemain, hingga sang wasit memberikan kartu merah.
“Meski menang sangat disayangkan mental pemain ini, dimana wasit hingga keluarkan kartu merah dan merugikan pertandingan,” kata Sunardi saat gelar konferensi pers usai pertandingan.
Lebih lanjut dirinya tidak pernah mengajarkan pemain-pemain untuk berbuat curang apalagi hingga terjadi perkelahian antar pemain di dalam lapangan.
(bah/dim)
