PASURUAN (faktapasuruan.com) – Pengawasan distribusi pangan dan perlindungan terhadap petani menjadi perhatian dalam pertemuan antara Polres Pasuruan dengan Dewan Pengurus Daerah Tani Merdeka Indonesia (DPD TMI) Pasuruan Raya.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas pengungkapan kasus dugaan pengoplosan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga persiapan musim tanam tahun 2027.
Silaturahmi dan diskusi yang berlangsung di Sekretariat DPD TMI Pasuruan Raya, Senin (2/11/2026), dihadiri Kapolres Pasuruan AKBP Irawan Setyo, S.H., S.I.K., M.H., beserta jajaran. Hadir pula Ketua DPD TMI Pasuruan Raya H. Winaryo Sujoko bersama sejumlah pengurus organisasi.
Dalam pertemuan itu, Winaryo menyampaikan apresiasi atas langkah Polres Pasuruan yang berhasil mengungkap gudang penyimpanan beras SPHP yang diduga menjadi lokasi praktik pengoplosan di wilayah Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan.
Menurutnya, pengungkapan tersebut merupakan langkah penting untuk melindungi masyarakat sekaligus menjaga kepercayaan terhadap program pemerintah dalam menyediakan beras dengan harga terjangkau.
“Ini menjadi hal luar biasa bagi kami. Anda baru saja menjadi Kapolres Pasuruan, langsung bisa membongkar gudang beras SPHP oplosan. Tentu masih ada lagi di tempat lain. Harapan kami, hal seperti ini diberantas semua,” ungkap Winaryo.
Ia berharap kepolisian tidak berhenti pada pengungkapan satu kasus saja. Pengawasan terhadap rantai distribusi beras SPHP perlu terus diperketat agar program bantuan pangan tersebut tidak disalahgunakan oleh oknum yang mencari keuntungan pribadi.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Pasuruan AKBP Irawan Setyo mengapresiasi dukungan dan perhatian DPD TMI Pasuruan Raya terhadap upaya penegakan hukum di Kabupaten Pasuruan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan kepada Polres Pasuruan. Saat ini kami masih melakukan pengembangan terkait kasus ini,” ujar AKBP Irawan.
Selain persoalan pangan, Kapolres juga mengapresiasi kontribusi TMI dalam membantu petani, terutama dalam memfasilitasi pemasaran hasil panen dan penjualan gabah kepada Perum Bulog.
Diskusi kemudian berkembang pada sejumlah persoalan yang dihadapi sektor pertanian. Di antaranya terkait pendistribusian pupuk bersubsidi serta kesiapan menghadapi Musim Tanam (MT) 1 dan MT 2 tahun 2027.
Koordinasi lintas sektor dinilai penting untuk memastikan kebutuhan petani terpenuhi, distribusi pupuk berjalan sesuai ketentuan, serta hasil produksi pertanian dapat terserap dengan baik.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan sektor pertanian, Kapolres Pasuruan juga menyerahkan pupuk secara simbolis kepada petani. Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan tambahan semangat bagi petani dalam mempersiapkan lahan dan memulai musim tanam berikutnya.
Kegiatan ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas keberhasilan pengungkapan kasus gudang beras SPHP yang diduga dioplos di wilayah Beji.
Melalui pertemuan tersebut, Polres Pasuruan dan DPD TMI Pasuruan Raya berkomitmen memperkuat komunikasi dan kerja sama dalam mengawal ketahanan pangan, mengawasi distribusi pupuk bersubsidi, serta melindungi kepentingan petani dan masyarakat.
Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya mendukung penegakan hukum, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi keberlangsungan sektor pertanian di Kabupaten Pasuruan.
(dim)
