PROBOLINGGO (faktapasuruan) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat budaya menabung sejak usia dini melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Probolinggo, Kantor Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) II Surabaya, dan industri perbankan, OJK menggelar kegiatan KEJAR KOMPAS–SAE (Komunitas Mahasiswa dan Pelajar Sadar Investasi – Strategi Akses Ekonomi) di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Selasa (28/7/2026).
Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 500 kepala sekolah, guru, dan komite sekolah dari berbagai satuan pendidikan di Kabupaten Probolinggo. Selain itu, lebih dari 100 peserta lainnya mengikuti kegiatan secara daring.
Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam mendukung implementasi Program KEJAR sebagai upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin para guru menjadi penggerak literasi keuangan di lingkungan sekolah. Mereka akan menjadi ujung tombak dalam menanamkan kebiasaan menabung, mengenalkan produk dan layanan keuangan formal, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan keuangan digital,” ujar Farid.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan LPS II Surabaya, Bambang S. Hidayat, menyampaikan bahwa Program KEJAR sejalan dengan program edukasi keuangan LPS, khususnya mengenai penjaminan simpanan nasabah di bank.
“Dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat untuk menabung di lembaga keuangan formal, fondasi perekonomian daerah pun akan semakin kuat,” katanya.
Bupati Probolinggo yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Probolinggo, Abdul Ghafur, menilai kolaborasi lintas pemangku kepentingan melalui Program KEJAR KOMPAS–SAE merupakan investasi jangka panjang untuk membentuk generasi muda yang cerdas dan bijak dalam mengelola keuangan.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama sebagai bentuk penguatan sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam memperluas implementasi Program KEJAR secara berkelanjutan di Kabupaten Probolinggo.
Sebagai bentuk nyata implementasi program, Bank Mandiri, Bank Jatim, dan BPR Sentral Arta Jaya menyerahkan lebih dari 1.500 rekening Simpanan Pelajar (SimPel) kepada siswa jenjang SD, SMP/MTs, hingga SMA/MA di Kabupaten Probolinggo.
Selain penyerahan rekening, OJK bersama Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) juga menghadirkan booth layanan yang memberikan informasi mengenai Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) serta edukasi keuangan kepada masyarakat.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, LPS, dan industri jasa keuangan, OJK berharap Program KEJAR KOMPAS–SAE tidak hanya memperluas akses kepemilikan rekening tabungan bagi pelajar, tetapi juga menanamkan kebiasaan mengelola keuangan secara sehat sebagai bekal menuju kesejahteraan finansial di masa depan.
(dim)
