Dorong Kemandirian Susu Nasional, Kementan dan Komisi IV DPR RI Perkuat Koperasi Susu

Admin · 28 Sep 2026, 17:19 WIB · 50 dilihat · 3 menit baca
Bagikan:
Dorong Kemandirian Susu Nasional, Kementan dan Komisi IV DPR RI Perkuat Koperasi Susu
Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Komisi IV DPR RI saat mengunjungi KUTT Suka Makmur Grati

PASURUAN (faktapasuruan) – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Komisi IV DPR RI mendorong penguatan koperasi dan rantai pasok susu sebagai bagian dari upaya meningkatkan produksi dalam negeri dan memperkuat kesejahteraan peternak rakyat.

Hal tersebut menjadi fokus Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI ke Koperasi Usaha Tani Ternak (KUTT) Suka Makmur, Grati, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Senin (28/9/2026).

Kunjungan dipimpin oleh Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) dan turut didampingi Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Agung Suganda.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Fakta Pasuruan
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

Titiek mengatakan, kunjungan tersebut tidak hanya untuk melihat aktivitas peternakan dan produksi susu, tetapi juga memetakan secara utuh rantai pasok dari tingkat peternak hingga industri dan konsumen.

“Kami ingin melihat bagaimana rantai pasok susu berjalan, apa yang masih menjadi hambatan, serta dukungan apa yang diperlukan agar peternak, koperasi, industri, dan pemerintah dapat bergerak dalam satu ekosistem yang saling memperkuat,” ujar Titiek.

Menurutnya, KUTT Suka Makmur memiliki posisi strategis karena tidak hanya menghimpun dan memasarkan susu, tetapi juga mendukung peternak melalui penyediaan pakan, pelayanan kesehatan hewan, dan pembiayaan.

“Kemandirian susu nasional bukan sekadar persoalan menambah sapi, tetapi membangun ekosistem yang membuat peternak mampu menghasilkan susu secara produktif, efisien, dan berkelanjutan,” tegas Titiek.

Ia berharap kunjungan tersebut menghasilkan rekomendasi konkret untuk memperkuat koperasi, meningkatkan kesejahteraan peternak, menjaga sumber daya genetik lokal, dan memperbesar kontribusi susu domestik terhadap kebutuhan nasional.

KUTT Suka Makmur menaungi lebih dari 2.000 peternak dengan populasi sekitar 8.700 ekor sapi perah dan produksi sekitar 35 ton susu segar per hari. Koperasi juga mengembangkan produk olahan serta menjalin kemitraan penyerapan susu dengan industri.

Ketua KUTT Suka Makmur Evi Zainal Abidin mengatakan penguatan koperasi perlu dibangun melalui kemitraan yang sehat dengan industri.

“Industri dan koperasi sudah selayaknya menjadi mitra strategis yang saling membesarkan. Kemitraan yang sehat akan membuka ruang agar peternak berkembang, koperasi semakin kuat, dan industri mendapatkan pasokan susu yang berkualitas,” ujar Evi.

Menurutnya, KUTT juga terus mendorong peningkatan nilai tambah melalui pengembangan produk olahan susu. Namun, ketersediaan pakan tetap menjadi kebutuhan mendasar bagi keberlanjutan usaha peternak.

“Sumber pakan dan bahan baku pakan menjadi salah satu kunci berkembangnya peternakan sapi perah di Indonesia. Kalau pakan tersedia dan kemitraan berjalan baik, peternak memiliki ruang yang lebih besar untuk meningkatkan produksi dan mengembangkan usahanya,” katanya.

Melalui kunjungan tersebut, Kementerian Pertanian dan Komisi IV DPR RI mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, koperasi, peternak, dan industri.

Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat koperasi, meningkatkan populasi dan produktivitas sapi perah, menjamin penyerapan susu, serta mendorong peningkatan produksi dalam negeri yang berjalan seiring dengan kesejahteraan peternak.

(bah/dim)

Facebook Comments Box
50 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Fakta Pasuruan

Lihat semua artikel →