PASURUAN (faktapasuruan) – Upaya mengurangi persoalan sampah plastik terus dilakukan melalui berbagai langkah edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Salah satunya dilakukan Bank Sampah Gesang bersama PT RapidPlas Indonesia melalui kegiatan seminar dan praktik pembuatan ecobrick, Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk mengolah sampah plastik agar memiliki nilai guna, sekaligus mendorong kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan di sekitar perusahaan.
Peserta seminar berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari nasabah Bank Sampah Gesang, Karang Taruna Desa Lemahbang, hingga kepala sekolah TK, SD, SMP dan SMK se-Desa Lemahbang. Kegiatan juga diikuti oleh karyawan PT RapidPlas Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan sampah plastik, tetapi juga secara langsung mempraktikkan pembuatan ecobrick dengan memanfaatkan sampah plastik yang telah dikumpulkan.

Ecobrick merupakan salah satu metode pemanfaatan sampah plastik dengan cara memasukkan dan memadatkan sampah plastik ke dalam botol plastik hingga menjadi material yang dapat dimanfaatkan kembali untuk berbagai keperluan.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya. Selain itu, keterlibatan unsur pendidikan dan kepemudaan diharapkan mampu memperluas edukasi lingkungan kepada masyarakat.
Penyelenggara menyampaikan apresiasi kepada PT RapidPlas Indonesia yang telah memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan seminar tersebut.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan serta Forum Komunikasi Peduli Lingkungan (FKPL) Kabupaten Pasuruan yang turut menjadi mitra dalam pelaksanaan kegiatan.
Melalui kegiatan kolaboratif tersebut, Bank Sampah Gesang berharap upaya pengurangan sampah plastik tidak berhenti pada kegiatan seminar, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat, sekolah, maupun lingkungan kerja.

Dengan demikian, pengelolaan sampah dapat menjadi gerakan bersama yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus masyarakat di sekitar perusahaan.
(yan/dim)
