PASURUAN (faktapasuruan) – Gelaran karnaval di Desa Oro-Oro Ombo Wetan, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, pada Sabtu (5/9/2026), diwarnai sejumlah aksi tawuran. Kondisi tersebut menjadi perhatian aparat keamanan yang melakukan pengamanan untuk mengantisipasi terjadinya kerusuhan.
Selain aksi tawuran, petugas juga menemukan sejumlah orang yang diduga menjual minuman keras (miras) di sekitar lokasi kegiatan.
Keberadaan miras tersebut dikhawatirkan dapat menjadi salah satu faktor pemicu gangguan keamanan selama berlangsungnya karnaval.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, tiga pilar Kecamatan Rembang yang terdiri dari Polsek Rembang, Satpol PP Kecamatan Rembang dan Koramil Rembang melakukan penyisiran di sejumlah titik yang dianggap rawan.
Kanit Reskrim Polsek Rembang, AIPTU Agus Susanto, yang lebih akrab disapa Agus Kamo, mengatakan bahwa penyisiran dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan selama kegiatan karnaval berlangsung.
“Setiap ada orang yang mencurigakan langsung kita dekati dan diperiksa. Alhasil, beberapa orang yang kita periksa ada yang menjual minuman keras jenis arak,” ujar Agus Kamo.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk mencegah adanya faktor-faktor yang berpotensi memicu keributan maupun gangguan keamanan lainnya.
Petugas juga mendapati adanya beberapa aksi tawuran saat karnaval berlangsung. Meski demikian, aksi tersebut tidak sampai berlanjut menjadi laporan resmi kepada pihak kepolisian.
“Tak hanya miras yang penjualnya kita suruh untuk membuang, saat karnaval juga nampak beberapa aksi tawuran, namun tidak ada yang sampai membuat laporan kepolisian,” lanjutnya.
Aparat tiga pilar Kecamatan Rembang tetap melakukan pemantauan hingga kegiatan selesai. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga situasi tetap kondusif serta memastikan masyarakat dapat mengikuti rangkaian karnaval dengan aman.
Keberadaan penjual miras di lokasi kegiatan juga menjadi perhatian tersendiri. Aparat diharapkan dapat melakukan langkah tegas terhadap peredaran minuman keras, terutama pada kegiatan masyarakat yang berpotensi dihadiri banyak orang dan melibatkan kalangan remaja.
(dim)

