PASURUAN (faktapasuruan) – Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, diperingati seluruh umat muslim di dunia. Tak ketinggalan warga Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan juga menggelar peringatan maulid dengan tetap pada warisan leluhur yang dipertahankan.
Ratusan warga mulai dari anak-anak, ibu-ibu tidak ketinggalan bapak-bapak juga ikut dalam kegiatan cobekan, dengan membawa cobek yang berisi makanan serta buah-buahan.
Setelah dikumpul di masjid bersama-sama dan melakukan doa serta tausyiah, barulah cobek yang berisi makanan dan buah kembali dibagikan kepada warga untuk dinikmati dalam keberkahan di hari yang penuh makna ini.
Warisan tersebut berupa tradisi Cobekan yang penuh makna dan filosofi kehidupan manusia, dalam menjalankan kehidupan di dunia untuk mencari keberkahan dan ketentraman hidup bermasyarakat.
Cobek merupakan alat memasak berasal dari tanah liat, dimana melambangkan asal usul manusia dan sifat rendah hati yang selama ini diajarkan di agama Islam melalui Nabi Muhammad SAW.
“Tradisi cobekan sudah dikenal di Pasuruan setiap peringatan maulid Nabi Muhammad digelar, dengan perkembangan teknologi dan jaman tradisi ini terus dipertahankan untuk menjaga filosofi yang ada tentang kehidupan,” ujar takmir masjid Al Khusnah Moch Musonef, Senin (24/8/2026) malam.
Saat ini untuk mempertahankan tradisi cobekan memang agak berat, namun dengan merangkul generasi muda dan seluruh lapisan masyarakat tradisi cobekan terus dapat dilestarikan.
“Kita pengurus masjid tetap berupaya untuk melestarikan tradisi yang penuh makna ini, meskipun generasi muda mulai melupakan namun kehidupan dunia tidak bisa ditinggalkan,” jelasnya.
Dengan kegiatan malam ini berharap setiap umat muslim yang ada tetap menjalankan perintah Allah melalui Nabi Muhammad dalam kehidupan di dunia. Selalu menjaga kerendahan hati demi mencapai ketentraman hidup.
(bah/dim)
