PASURUAN (faktapasuruan) – Hujan dengan intensitas tinggi masih melanda wilayah Kabupaten Pasuruan beberapa hari ini, mengakibatkan beberapa desa di tiga kecamatan terendam banjir hingga siang ini, Senin (16/02/2026).
Pagi ini, masih tercatat sebanyak tiga wilayah Kecamatan yang terendam banjir yaitu Gempol, Beji, dan Bangil dengan ketinggian air yang menggenang sekitar 20-40 sentimeter, hungga mengakibatkan ratusan rumah terendam air.
Beberapa desa yang masih terendam banjir yaitu Desa Kedungringin, Kecamatan Beji hingga saat ini ketinggian air masih 40 cm, dan di Desa Tambakan, Kecamatan Bangil yang saat ini masih ada genangan dengan ketinggian 60cm.
Aktifitas warga hingga saat ini terganggu terutama pada jalan desa, warga yang akan berangkat kerja kesulitan untuk melintasi genangan air dan harus rela berganti pakaian di masjid atau rumah saudara yang dekat dengan penitipan motornya.
“Sudah tiga hari banjir masih merendam desa, aktivitas warga terganggu tidak bisa bekerja di luar rumah,” kata Rosadi perangkat desa Kedungringin.
Senada juga disampaikan oleh Sueb warga setempat, hingga saat ini banjir masih dianggap tradisi, pasalnya tidak ada penanganan serius dari pemerintah, hanya sesekali melakukan normalisasi sungai namun tetap banjir terjadi.
“Sebagai warga banjir sudah tradisi setiap tahun terjadi, apalagi sungai lebih tinggi dari permukiman warga, tapi seharusnya ada penanganan serius terkait adanya banjir,” ucap Sueb.
Masyarakat yang menjadi langganan banjir kiriman dari daerah hulu sungai Wrati, hanya ingin pemerintah untuk serius dalam menangani bencana banjir, bukan mie instan atau nasi bungkus yang diberikan kepada warga.
(bah/dim)







