RMI PBNU Deklarasikan Gerakan Nasional “Pesantrenku Aman” di Pasuruan, Targetkan Bersih dari Kekerasan

Admin · 2 Jun 2026, 16:44 WIB · 8 dilihat · 2 menit baca
Bagikan:
RMI PBNU Deklarasikan Gerakan Nasional “Pesantrenku Aman” di Pasuruan, Targetkan Bersih dari Kekerasan
Pembacaan deklarasi pesantrenku aman

PASURUAN (faktapasuruan) – Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU) bersama Satuan Anti Kekerasan (SAKA) PBNU resmi meluncurkan Kampanye Gerakan Nasional “Pesantrenku Aman” di Pondok Pesantren Al Yasini, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Selasa (02/06/2026).

Mengusung jargon “Menjaga Amanah, Merawat Masa Depan,” gerakan ini diinisiasi sebagai langkah konkret dunia pesantren dalam menjamin lingkungan pendidikan yang aman, sehat, nyaman, serta ramah anak.

Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), menegaskan bahwa tugas utama institusi pesantren adalah menjaga kemaslahatan umat serta mencetak generasi penerus yang berakhlak mulia.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Fakta Pasuruan
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

“Santri merupakan amanah Allah SWT yang dititipkan kepada pesantren untuk dididik, dibimbing, serta dijaga keselamatan, kehormatan, dan masa depannya. Mewujudkan Pesantren Aman adalah bagian mutlak dari khidmah tersebut,” ujar Gus Yahya dalam arahannya.

​Gus Yahya menambahkan bahwa PBNU berkomitmen penuh untuk membangun sistem pengawasan yang terstruktur dari tingkat pusat hingga daerah guna memastikan lingkungan pesantren tetap menjadi ruang yang aman dan sehat bagi anak.

“PBNU telah membangun pengawasan dari atas hingga bawah, sehingga lingkungan pesantren aman bagi anak,” jelasnya.

​Senada dengan hal tersebut, Ketua RMI PBNU, KH. Hodri Ariev, menyatakan bahwa gerakan nasional ini dirancang untuk melampaui sekadar aspek seremonial belaka.

Melalui konsolidasi para pengasuh, RMI ingin membangun benteng pertahanan internal yang kuat dari segala potensi kekerasan.

“Gerakan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah ikhtiar bersama untuk memastikan pesantren tetap menjadi tempat yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi santri dalam menuntut ilmu dan membangun masa depannya,” kata KH. Hodri Ariev.

Kampanye ini juga diproyeksikan akan dikawal secara ketat melalui indikator yang terukur agar menjadi agenda wajib berkala. Edukasi Santri Hingga Penyusunan SOP Penanganan Korban.

​Gerakan nasional ini tidak hanya berhenti pada pembacaan ikrar deklarasi, melainkan langsung diwujudkan dalam serangkaian pembekalan edukatif yang komprehensif.

Setelah pembukaan di Jawa Timur, roadshow Gerakan Nasional “Pesantrenku Aman” direncanakan akan terus bergerak menyambangi berbagai wilayah lain di Indonesia.

(bah/dim)

Facebook Comments Box
8 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Fakta Pasuruan

Lihat semua artikel →