Menu

Mode Gelap
Prof Tjandra: Varian Omicron Mungkin Berdampak pada Obat Pasien COVID-19

News

HR Club Gandeng Pemkab Pasuruan Targetkan 100 Persen Lulusan Pelatihan Terserap Kerja

badge-check


					HR Club saat melakukan penandatanganan MoU dengan Pemerintah Kabupaten Pasuruan Perbesar

HR Club saat melakukan penandatanganan MoU dengan Pemerintah Kabupaten Pasuruan

PASURUAN (faktapasuruan) – HR Club Pasuruan bersama Pemerintah Kabupaten Pasuruan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang optimalisasi penyerapan tenaga kerja.

Penandatanganan dilakukan di Gedung Bupati Pasuruan, bertepatan dengan rapat kerja (raker) HR Club yang disupport Bank BJB, Toyota Auto 2000 Pasuruan, dan Klinik Maheswari Husada.

Ketua HR Club Pasuruan Wahyu Budi Priyanto mengatakan, kerja sama ini berangkat dari kepedulian terhadap masih rendahnya serapan tenaga kerja, khususnya lulusan Balai Latihan Kerja (BLK). Setiap tahun, Pemkab Pasuruan mengalokasikan anggaran untuk pelatihan ratusan pencari kerja melalui BLK.

“Rata-rata serapan tenaga kerja hasil pelatihan selama ini hanya sekitar 10 persen. Bukan karena kompetensinya kurang, tetapi lebih karena kurangnya komunikasi antara dunia industri dan penyelenggara pelatihan,” ujarnya.

Melalui MoU ini, HR Club akan menyampaikan hasil Training Need Analysis (TNA) dari 134 perusahaan yang tergabung di dalamnya kepada dinas terkait.

Data tersebut berisi kebutuhan riil tenaga kerja di masing-masing perusahaan, dengan begitu, materi pelatihan di BLK dapat disesuaikan dengan kebutuhan industri. Konsep link and match yang selama ini belum maksimal, diharapkan dapat benar-benar terwujud.

“Ke depan, kami siap menyerap tenaga kerja yang dilatih sesuai kebutuhan industri. Targetnya minimal mendekati 100 persen,” tegas pria yang akrab disapa Min Hoo itu.

Ia mencontohkan, jika terdapat 500 peserta pelatihan, maka sedikitnya 450 hingga 500 orang berpeluang langsung terserap perusahaan anggota HR Club.

Menurutnya, kolaborasi konkret seperti ini menjadi langkah nyata untuk membantu pemerintah daerah menekan angka pengangguran terbuka di Kabupaten Pasuruan yang masih tergolong tinggi.

“Kami ingin Pasuruan sebagai daerah industri benar-benar memberi manfaat bagi warganya. Jangan sampai perusahaan banyak, tapi pengangguran juga tinggi,” katanya.

Min Hoo menambahkan, setelah MoU ini, akan ditindaklanjuti dengan perjanjian kerja sama teknis antara masing-masing perusahaan dan dinas tenaga kerja agar proses rekrutmen berjalan sistematis.

Sementara itu, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo mengapresiasi langkah HR Club yang dinilai sebagai bentuk sinergi nyata antara pemerintah dan dunia usaha.

Menurutnya, pengurangan pengangguran tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi dengan sektor industri.

“Kami sangat mendukung kerja sama ini. Apalagi HR Club siap memberikan komitmen untuk menyerap tenaga kerja yang telah kami latih. Ini langkah luar biasa,” ujarnya.

Mas Rusdi berharap MoU ini menjadi titik balik dalam upaya menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan daya tarik investasi di Kabupaten Pasuruan.

“Jika kolaborasi ini berjalan baik, Pasuruan akan semakin dikenal sebagai daerah industri yang ramah tenaga kerja dan menarik bagi investor,” pungkasnya.

(bah/dim)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sedang Urus Administrasi, Residivis Curas Dibekuk Polisi

16 April 2026 - 14:15 WIB

Kolaborasi Pemkot Pasuruan–Indomaret, 250 Balita Terima Bansos dan Layanan Kesehatan

16 April 2026 - 14:08 WIB

Stabilkan Harga, Satgas Pangan Polres Pasuruan Gelontorkan 9,6 Ton Minyakita

16 April 2026 - 12:05 WIB

Nihil Calo dan Pungli, Pemohon SIM Satpas Polres Pasuruan Kota Nyaman

16 April 2026 - 08:08 WIB

Diduga Korsleting Listrik, Warung dan Rumah Warga Gempol Ludes Terbakar

15 April 2026 - 19:34 WIB

Trending di Insiden