PASURUAN (faktapasuruan) – Pemerintah Kota Pasuruan memperingati Hari Ibu ke-97 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Senin (22/12/2025), dengan semangat kebersamaan.
Mengusung tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan ini menjadi momentum penguatan peran perempuan dalam pembangunan dan kehidupan bermasyarakat.
Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, atau yang akrab disapa Mas Adi, menegaskan bahwa peringatan Hari Ibu bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan refleksi atas peran strategis perempuan, khususnya ibu, dalam membangun keluarga, masyarakat, dan bangsa.
“Hari ini adalah hari yang istimewa bagi seluruh ibu. Peran perempuan selalu terasa dan dibutuhkan. Kontribusi perempuan hadir di berbagai sektor, mulai dari keluarga, pendidikan, ekonomi, sosial, hingga pemerintahan,” ujar Mas Adi sapaan akrab Wali Kota Pasuruan.
Mas Adi menyampaikan rasa syukur atas capaian Kota Pasuruan dalam pembangunan dan pemberdayaan perempuan. Berdasarkan data yang tersedia, Indeks Pembangunan Gender (IPG) Kota Pasuruan menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun.
“Capaian ini menempatkan Kota Pasuruan sebagai daerah dengan IPG tertinggi kedua di Jawa Timur, yang menunjukkan semakin kecilnya kesenjangan pembangunan gender di Kota Pasuruan,” jelasnya.
Menurut Mas Adi, capaian tersebut menjadi bukti bahwa pengarusutamaan gender di Kota Pasuruan telah berjalan secara nyata dan berkelanjutan. Dari sekitar 3.400 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Pasuruan, sebanyak 1.900 ASN atau sekitar 56 persen merupakan perempuan, dan banyak di antaranya telah menduduki jabatan strategis.
“Ini membuktikan bahwa pembangunan dan pemberdayaan perempuan di Kota Pasuruan bukan sekadar slogan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kebijakan dan praktik pemerintahan,” tegasnya.
Meski demikian, Wali Kota menekankan pentingnya peningkatan literasi dan pemahaman masyarakat mengenai peran perempuan. Menurutnya, perempuan tidak hanya berperan di ranah domestik, tetapi juga di ranah publik dan pembangunan.
“Perempuan adalah tiang negara. Kesetaraan peran perempuan dan laki-laki harus terus diperkuat agar tercipta sinergi yang baik dalam kehidupan bermasyarakat dan pembangunan,” imbuhnya.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Pasuruan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh ibu dan perempuan di Kota Pasuruan atas kontribusi dan dedikasinya selama ini.
“Selamat Hari Ibu. Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai tanpa masyarakat yang berdaya. Mari bersama-sama berkolaborasi mewujudkan perempuan yang semakin berdaya dan berkarya,” pungkasnya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Pasuruan menyerahkan sertifikat penghargaan kepada komunitas ojek online perempuan sebagai bentuk apresiasi atas peran perempuan di sektor informal. Selain itu, sahabat disabilitas turut menyerahkan hasil karya kepada Wali Kota Pasuruan dan jajaran sebagai simbol inklusivitas dan kesetaraan.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Pasuruan, Suryani Adi Wibowo, menyampaikan bahwa ibu merupakan fondasi utama keluarga dan memiliki peran penting dalam membentuk kualitas generasi masa depan. Melalui peran dan keteladanan seorang ibu, nilai-nilai karakter, moral, etika, dan kebangsaan ditanamkan sejak dini.
“Ibu adalah fondasi utama keluarga dan penentu kualitas generasi masa depan. Kualitas perempuan hari ini akan sangat menentukan wajah Indonesia di masa depan. Oleh karena itu, peran perempuan yang berdaya dan berkarya menjadi kunci dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
(bah/dim)







