PASURUAN (faktapasuruan)- Suasana alam pedesaan dibawah rimbunnya pohon bambu yang berjajar sepanjang jalan, dapat menghilangkan penat selama sepekan kita bekerja dan memanjakan keluarga dengan banyaknya menu makanan dan jajanan tradisional.
Suasana alam dengan aliran sungai hanya didapatkan di “Pasar Budaya Pring Sewu” yang berada di Dusun Binangun, Desa Pelintahan, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.
Pasar budaya yang baru dibuka kurang dari dua bulan tersebut sudah menjadi jujukan warga kota, untuk mendapatkan suasana alam yang asri dengan ditemani makanan tradisional mulai dari nasi jagung, nasi kuning, dan nasi pecel.

Untuk jajanan jadul cukup banyak disajikan mulai dari cenil, horog-horog, bubur, serta jajanan jadul lainnya yang selama ini sulit didapatkan di perkotaan.
Dibukanya pasar budaya ini dipelopori oleh sang Kepala Dusun Muhammad Ihwan, yang saat itu melihat desa-desa di wilayah Mojokerto sukses membikin wisata alam pedesaan, dengan modal nekat mengajak warganya untuk berkunjung dan mencari ilmu dalam pengelolaan ekonomi kerakyatan.
“Awalnya saya nekat ajak warga Dusun saya sewakan bus untuk berkunjung di Trawas, disitulah warga mulai berfikir dan kegiatan dimulai. Dan saat ini sudah berjalan dengan sukses,” ucap Ihwan, Sabtu (22/11/2025).
Bahkan dirinya mengaku tidak mengambil sepeser pun dari hasil pengelolaan pasar budaya yang ada, semua sisa keuntungan masuk dalam kas dusun.
“Saya tidak mengambil fee dalam kegiatan ini, saya bener membantu masyarakat dan dusun biar semakin maju dan masyarakat makmur dengan penghasilan tambahan,” ucapnya.
Ihwan menambahkan dalam proses transaksi jual beli di pasar budaya, pengunjung diwajibkan tukar koin untuk pembayaran yang telah disediakan pengelola pasar.
“Kalau mau beli pengunjung hanya tukar uang dengan koin yang tersedia, ini jadi transaksi ala jaman dahulu biar sesuai dengan tema pedesaan,” terangnya.
Salah satu pedagang jajanan jadul ibu Mufar menuturkan, selama berjualan di pasar budaya sangat membantu kebutuhan ekonomi keluarga, setiap kali buka pada hari minggu keuntungan yang didapatkan cukup besar mencapai Rp 1 juta.
“Alhamdulillah sejak awal buka keuntungan selalu naik dengan banyaknya pengunjung, yang saya jual jajanan saja murah meriah dan sehat,” ucap Ibu Mufar.
Dannis salah satu pengunjung asal Kota Pasuruan yang baru pertama kali berkunjung mengungkapkan, sangat bagus apa yang dibuat masyarakat Dusun Binangun dengan konsep alam, dengan memanjakan pengunjung yang hadir.
“Sangat bagus kita bisa santai dibawah pohon, aliran sungai yang jernih membuat hati semakin fresh dan anak-anak bisa bermain air,” katanya.
Dari data jumlah kendaraan yang parkir mulai dari sepeda motor hingga mobil, setiap buka pasar budaya selalu ada peningkatan, saat ini terhitung rata-rata hampir seribu pengunjung yang ada.
“Kita hitung dari sepeda motor dan mobil yang isinya dua orang, dari tiket yang ada bisa diakumulasi mencapai seribuan pengunjung datang dan pergi,” tutup Ihwan.
(bah/dim)

Suasana alam di Pasar Budaya Pring Sewu







