Pedagang Mengeluh Harga Daging Tinggi, Peternak Minim Dampak PMK

Admin · 7 Nov 2025, 11:29 WIB · 22 dilihat · 2 menit baca
Bagikan:
Pedagang Mengeluh Harga Daging Tinggi, Peternak Minim Dampak PMK
Salah satu kios penjual daging di pasar tradisional

PASURUAN (faktapasuruan) – Pasca Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak terutama sapi dan kambing, hingga kini masih dirasakan oleh para pedagang daging sapi di pasar tradisional Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jum’at (7/11).

Mereka mengaku kesulitan untuk mendapatkan sapi potong di wilayah Kabupaten Pasuruan. Karena itu, mereka rela mengeluarkan biaya lebih besar untuk mendapatkan sapi potong di luar wilayah.

Ketua paguyuban pedagang daging Muhammad Habibi mengungkapkan, hingga saat ini dirinya harus ke daerah Probolinggo hingga Malang untuk mendapatkan sapi potong.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Fakta Pasuruan
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

“Saya harus keluar wilayah agar dapat sapi potong. Kalau tidak, besok tidak bisa jualan dan rugi tambah besar,” kata Om bibi sapaan akrabnya.

Bahkan dirinya tetap menjual harga sesuai pasaran untuk daging premium sebesar Rp 120 ribu per satu kilogramnya, meskipun tidak dapat untung dengan harga sapi yang semakin mahal.

Senada diucapkan Topan salah satu pedagang daging yang ada, setiap hari layaknya kerja bakti jualan saat ini, apabila harga dinaikkan pembeli akan pindah tempat.

“Setiap hari pokok jualan biar terlihat kerja meskipun tidak dapat untung, soalnya harga sapi semakin mahal,” ujar Topan.

Dirinya berharap kepada pemerintah untuk memberikan suntikan modal atau bantuan sapi indukan, agar para peternak yang terdampak PMK tahun lalu bisa kembali berternak sehingga kebutuhan sapi potong terpenuhi.

“Pemerintah harus hadir pasca PMK, peternak sudah rugi puluhan juta dari sapi-sapinya yang mati, dan tidak ada modal untuk beternak kembali,” tutupnya.

(bah/dim)

Facebook Comments Box
22 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Fakta Pasuruan

Lihat semua artikel →