Mahasiswa ITS Kenalkan Mesin Pirolisis Mengubah Sampah Jadi Bahan Bakar

Admin · 6 Agu 2026, 09:14 WIB · 76 dilihat · 2 menit baca
Bagikan:
Mahasiswa ITS Kenalkan Mesin Pirolisis Mengubah Sampah Jadi Bahan Bakar
Kepala Desa Randupitu saat melihat secara langsung proses pembuatan bahan bakar dari sampah

PASURUAN (faktapasuruan) – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya memperkenalkan teknologi pengolahan sampah menjadi bahan bakar melalui mesin Pirolisis di TPS 3R PEMPES, Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Teknologi ini diharapkan menjadi solusi pengelolaan sampah yang lebih efektif sekaligus menghasilkan energi alternatif bernilai ekonomi.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat ITS yang melibatkan dosen, tenaga kependidikan, dan tujuh mahasiswa Program Studi Kimia.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Fakta Pasuruan
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

Dalam kesempatan ini, tim ITS mendemonstrasikan cara kerja mesin Pirolisis yang mampu mengolah sampah menjadi bahan bakar seperti solar, bensin (premium), dan minyak tanah.

Dosen pembimbing kegiatan Prof. Suprapto mengatakan, teknologi Pirolisis merupakan inovasi yang dapat menjawab persoalan sampah sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

“Melalui teknologi pirolisis, sampah yang selama ini menjadi persoalan lingkungan dapat diolah menjadi bahan bakar yang bermanfaat. Harapannya, inovasi ini dapat diterapkan dan dikembangkan oleh masyarakat untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih efektif,” ujar Prof. Suprapto.

Sementara itu, Kepala Desa Randupitu, Mohammad Fuad menyampaikan apresiasi kepada ITS Surabaya yang telah memilih TPS 3R PEMPES sebagai lokasi pengabdian masyarakat, inovasi tersebut menjadi terobosan penting dalam mendukung pengelolaan sampah di tingkat desa.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada ITS Surabaya atas kepercayaan dan kepeduliannya kepada Desa Randupitu. Kehadiran mesin pirolisis ini menjadi harapan baru bagi masyarakat untuk mengelola sampah menjadi sesuatu yang bernilai,” kata Fuad.

Ia berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat terus berlanjut sehingga TPS 3R PEMPES dapat berkembang menjadi pusat edukasi sekaligus percontohan pengolahan sampah berbasis teknologi di Kabupaten Pasuruan.

“Kolaborasi semua instansi sangat diharapkan, dengan berbasis teknologi sampai jadi cuan,” tutupnya.

(bah/dim)

Facebook Comments Box
76 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Fakta Pasuruan

Lihat semua artikel →