Soroti Menu MBG, Tokoh Masyarakat Dorong SPPG Kota Pasuruan Sesuaikan Cita Rasa Anak

Admin · 23 Jul 2026, 11:36 WIB · 41 dilihat · 3 menit baca
Bagikan:
Soroti Menu MBG, Tokoh Masyarakat Dorong SPPG Kota Pasuruan Sesuaikan Cita Rasa Anak
H. Abdul Kodir, tokoh masyarakat pantura

PASURUAN (faktapasuruan) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Pasuruan, Jawa Timur, mendapat sorotan dari sejumlah masyarakat, khususnya terkait menu makanan yang disajikan kepada para siswa.

Tokoh masyarakat Pantura, H. Abdul Kodir, mendorong Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Pasuruan agar terus melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap menu MBG yang diberikan kepada anak-anak di sekolah.

Menurutnya, penyesuaian menu dengan selera dan cita rasa anak-anak perlu menjadi perhatian, tanpa mengabaikan standar gizi nasional. Hal itu dinilai penting agar makanan yang disajikan dapat dikonsumsi secara maksimal dan tidak berakhir menjadi sampah makanan atau food waste.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Fakta Pasuruan
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

“Saya sering mendengar keluhan dari masyarakat terkait menu MBG yang diterima anaknya. Jadi, pihak SPPG harus memasak menu MBG yang menggugah selera makan anak, namun tetap memenuhi standar gizi nasional, seperti karbohidrat, protein, sayur, dan buah,” ujar H. Abdul Kodir.

Pria yang akrab disapa Abah Kodir itu menambahkan, variasi menu juga perlu disesuaikan dengan karakteristik dan selera anak-anak di setiap jenjang pendidikan.

Menurutnya, menu yang menarik dan sesuai dengan cita rasa anak akan membuat makanan lebih banyak dikonsumsi sehingga tujuan program MBG dapat tercapai secara optimal.

Selain persoalan cita rasa, Abah Kodir juga menyoroti adanya perbedaan porsi maupun kualitas menu MBG di sejumlah sekolah. Ia berharap hak anak-anak dalam program tersebut dapat diberikan secara adil dan sesuai dengan standar serta harga acuan yang telah ditentukan.

“Untuk dapur-dapur MBG, khususnya di Kota Pasuruan, menu dan hak anak betul-betul harus terus diperhatikan. Jangan sampai di sekolah satu menunya biasa, sementara di sekolah lain justru lebih enak. Ini kasihan dan harus disesuaikan dengan harga acuan,” tegasnya.

Mantan aktivis dan pegiat sosial senior Kota Pasuruan tersebut juga menilai pengawasan terhadap kualitas serta higienitas makanan MBG perlu diperketat.

Ia mendorong adanya kontrol kualitas (quality control) secara menyeluruh, mulai dari pemilihan bahan makanan, proses pengolahan, kebersihan dapur, hingga proses distribusi dan ketepatan waktu pengiriman makanan ke sekolah.

“Intinya, kontrol terhadap bahan-bahan makanan untuk menu MBG sebelum dimasak harus dalam kualitas yang baik. Jangan asal membeli yang murah tetapi bahannya jelek. Pengiriman MBG ke sekolah juga harus tepat agar makanan tidak basi, karena makanan yang basi bisa menjadi salah satu penyebab keracunan,” ungkap Abah Kodir.

Ia berharap program MBG dapat berjalan secara konsisten, higienis, memenuhi standar gizi, serta benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak Indonesia.

Di sisi lain, di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa, mulai dari persoalan ekonomi dan kesejahteraan, korupsi dan penegakan hukum, hingga masalah sosial dan budaya, Abah Kodir bersama sejumlah tokoh masyarakat Kota Pasuruan dalam waktu dekat berencana menggelar istighosah bersama.

Kegiatan tersebut rencananya digelar sebagai bentuk doa bersama demi keselamatan dan kebaikan masyarakat serta bangsa Indonesia.

(bah/dim)

Facebook Comments Box
41 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Fakta Pasuruan

Lihat semua artikel →