PASURUAN (faktapasuruan) – Pemerintah Kota Pasuruan terus memperkuat upaya percepatan penurunan angka stunting melalui kolaborasi berbagai pihak. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo saat menghadiri kegiatan Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPPPAKB) Kota Pasuruan di Gedung Gradika, Kamis (25/06/2026).
Dalam sambutannya, Adi Wibowo menegaskan bahwa stunting masih menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
Menurutnya, penanganan stunting tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga.
“Stunting bukan sesuatu yang harus ditakuti, tetapi kondisi yang harus dicegah dan diperbaiki bersama. Tanggung jawabnya bukan hanya pemerintah, tetapi juga orang tua, kakek-nenek, dan seluruh keluarga yang terlibat dalam tumbuh kembang anak,” ujarnya.
Mas Adi menjelaskan, stunting ditandai dengan pertumbuhan dan perkembangan anak yang tidak sesuai dengan usianya, baik dari sisi fisik maupun perkembangan kognitif. Karena itu, perhatian terhadap pemenuhan gizi, kebersihan lingkungan, dan pola pengasuhan menjadi faktor penting dalam pencegahan stunting.
Mas Adi mengingatkan agar orang tua tidak hanya memastikan anak kenyang, tetapi juga memperoleh makanan yang sehat dan bergizi.
Selain itu, lingkungan tempat tinggal dan kebiasaan hidup bersih juga harus diperhatikan untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
“Kita semua tentu ingin anak-anak tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki masa depan yang baik. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini, bahkan sebelum memasuki masa kehamilan,” katanya.
Mas Adi juga menyampaikan bahwa berbagai program pemerintah telah dijalankan untuk mendukung pemenuhan gizi anak, salah satunya melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia berharap program tersebut dapat menjadi salah satu penguat dalam upaya menekan angka stunting di Kota Pasuruan.
Lebih lanjut, Mas Adi mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan untuk ikut membantu anak-anak yang berisiko stunting melalui semangat gotong royong dan kepedulian sosial.
“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk saling membantu. Apa yang kita miliki hari ini dapat menjadi manfaat bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan, khususnya anak-anak yang berisiko stunting,” tuturnya.
Melalui kegiatan Genting, Pemerintah Kota Pasuruan berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan stunting semakin meningkat sehingga target Program Genting yang dilaksanakan DP3AKB Kota Pasuruan masih tergolong baru.
Pada tahap awal, program ini menyasar 10 anak yatim dan piatu yang terindikasi stunting sebagai penerima manfaat. Tumbuh kembang anak-anak tersebut akan dipantau secara berkala untuk melihat perkembangan kondisi kesehatannya.
Jika ditemukan perubahan signifikan atau kebutuhan intervensi lanjutan, Pemkot Pasuruan akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai stakeholder guna memastikan penanganan yang tepat dan berkelanjutan.
(bah/dim)
