Resep Warisan Leluhur, Kuliner Tradisional Dongkrak Pariwisata Di Pandaan

Admin · 6 Jun 2026, 12:57 WIB · 77 dilihat · 2 menit baca
Bagikan:
Resep Warisan Leluhur, Kuliner Tradisional Dongkrak Pariwisata Di Pandaan
Pengunjung saat melihat menu kuliner yang tersedia

PASURUAN (faktapasuruan) — Industri kuliner di wilayah dataran tinggi terus berkembang pesat seiring munculnya inovasi tempat nongkrong yang memadukan estetika masa kini dengan kearifan lokal.

Destinasi kuliner terbaru di Desa Nogosari, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan hadir untuk memikat perhatian lewat perpaduan bangunan bergaya joglo yang dikemas dengan sentuhan arsitektur kekinian.

Namun keutamaan berdirinya wisata kuliner ini untuk mewariskan resep kuliner leluhur, yang mempunyai rasa tersendiri khas masakan Jawa dan tradisional.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Fakta Pasuruan
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

Untuk merasakan khas pedesaan sesuai dengan masakan tempo dulu, suasana dapur hingga tempat makan ala Jawa kuno dengan bangunan dari kayu dan bambu.

“Resto ini mengusung tema keluarga dengan konsep tradisional mix modern, di mana pengunjung bisa mengambil menunya secara prasmanan,” tutur Andri selaku pemilik Pawon Mbok Kasti.

Andri menambahkan kuliner yang disuguhkan mulai masakan Jawa seperti pelas tongkol, botok tahu tempe, sayur bayam, lodeh, hingga rujak kikil, sedangkan untuk masakan andalan Rawon yang merupakan asli resep keluarga.

“Masakan tradisional semua bisa dinikmati, tapi ada rawon yang merupakan resep keluarga yang memiliki rasa khasnya,” ucapnya.

Guna menarik minat kunjungan masyarakat Pasuruan pada fase awal operasional, manajemen tengah menggulirkan program stimulus berupa bonus makanan pelengkap. Strategi pemasaran ini dinilai efektif dalam mendongkrak popularitas kedai di tengah ketatnya persaingan bisnis pariwisata daerah.

“Saat ini Pawon Mbok Kasti melakukan soft opening dan selama periode ini akan ada promo gratis camilan kentang goreng untuk batas transaksi tertentu,” tambah Andri.

Eksistensi rumah makan bergaya kasual ini diproyeksikan mampu mempercepat perputaran ekonomi warga desa dan membuka lapangan pekerjaan baru bagi pemuda setempat.

Selama masa perkenalan ini, operasional restoran diatur secara berkala dengan membatasi hari kunjungan pada akhir pekan saja. Harga yang dipatok untuk setiap porsi hidangan juga dibuat sangat terjangkau agar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Selain menjadi jujukan pecinta kuliner khas Jawa, tempat ini akan meningkatkan pariwisata daerah dan meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar,” terangnya.

Pihak manajemen berkomitmen untuk mempertahankan standardisasi rasa serta kebersihan fasilitas demi menjaga loyalitas para penikmat kuliner.

(bah/dim)

Facebook Comments Box
77 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Fakta Pasuruan

Lihat semua artikel →