PASURUAN (faktapasuruan) – Lebaran selalu menjadi momen pulang kampung, sebuah perjalanan yang bukan hanya tentang jarak, tetapi tentang kembali pada keluarga, tradisi, dan kebiasaan yang dirayakan bersama setiap tahun.
Namun, tidak semua orang memiliki kesempatan untuk menjalani ritual tersebut, bagi sebagian orang, Lebaran dilewati tanpa perjalanan pulang, tanpa suasana kampung halaman, dan tanpa kebersamaan yang biasa menyertainya.
Rasa rindu terhadap tradisi dan momen berkumpul pun tetap ada, melihat kebutuhan akan ruang perayaan tersebut, Kebun Raya Purwodadi (KRP) hadir sebagai alternatif ruang perayaan yang menghadirkan kembali suasana tersebut melalui rangkaian program berbasis tradisi, aktivitas keluarga, hiburan rakyat, kuliner dan UMKM, serta pengalaman visual.
Seluruh aktivasi dirancang untuk memungkinkan pengunjung berkumpul,
merayakan tradisi, dan menikmati momen Lebaran bersama orang-orang terdekat tanpa harus pergi jauh.
Senior Manager Operasional PT Mitra Natura Raya, Afandika Akbar Utama, menjelaskan kerinduan pengunjung akan kampung halaman yang tak bisa disambangi menjadi gagasan utama aktivasi ini.
Kebun Raya menghadirkan kembali rasa kampung halaman bagi mereka yang tidak dapat mudik di tahun ini.
“Melalui tradisi, kebersamaan, dan aktivitas khas Lebaran, Kebun Raya dihadirkan sebagai ruang perayaan yang menghidupkan suasana pulang kampung dalam bentuk pengalaman yang hangat, inklusif, dan relevan bagi pengunjung,” ujar Afandika.
Afandika mengungkapkan activation ini dirancang untuk mendorong kunjungan ke Kebun Raya pada periode pasca Lebaran, sekaligus meningkatkan kualitas waktu kunjungan pengunjung.
Lebih dari sekadar ramai, program ini bertujuan menghidupkan suasana Kebun Raya dengan rangkaian aktivitas yang menciptakan pengalaman lebaran yang berkesan dan ingin dikenang oleh pengunjung.
Kegiatan yang dilaksanakan mulai 28-29 Maret 2026 di Jalan Utama atau Rumah Kaca, Kebun Raya Puwrodadi ini dilaksanakan untuk menyambut libur lebaran.
Kampung Rasa menghadirkan kuliner dari UMKM lokal. Area makan bersama menjadi ruang berkumpul yang santai, menjadikan Kampung Rasa tempat bertemunya rasa, kebersamaan, dan suasana lebaran.
Sedangkan Kampung Budaya menampilkan kekayaan tradisi melalui pertunjukan tari daerah dan musik tradisional yang dikemas ringan dan berulang.
Penampilan ini hadir sebagai bagian dari suasana, bukan sekadar tontonan, sehingga pengunjung dapat menikmati budaya sambil beraktivitas.
Kampung Budaya akan membawakan 2 Tarian Tradisional selama dua hari. Hari pertama akan diisi oleh Tari Remo Sapu Jagad dan hari kedua akan diisi oleh Tari Beskalan Putri, setelah kegiatan tarian, akan diisi oleh musisi lokal Pasuruan yang membawakan lagu akustik.
(bah/dim)
