PASURUAN (faktapasuruan) – Bencana banjir tahunan yang terjadi di Dusun Bandaran, Desa Jarangan, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan merupakan salah satu wilayah yang menjadi langganan banjir akibat luapan dari sungai Rejoso.
Bahkan banjir di Dusun Bandaran tersebut lebih lama dibandingkan desa-desa lainnya yang terdampak banjir dari luapan sungai Rejoso, karena wilayahnya sangat rendah dari sungai-sungai yang ada disekitarnya.
Bahkan upaya pemerintah penyedotan dengan pompa-pompa besar tidak bisa maksimal dan harus menunggu air sungai surut baru bisa dilakukan penyedotan.
Kusen, salah satu warga terdampak menyampaikan hingga saat ini warga dan keluarganya yang rumah masih terendam harus bermalam di tenda BPBD yang ada di jalan masuk Dusun.
“Setiap musim hujan dan banjir warga ibu-ibu dan anak-anak harus bermalam di tenda BPBD,” kata Kusen Sabtu (28/03/2026).
Senada juga disampaikan oleh Subhekan yang harus menjaga keluarga di tenda BPBD, sedangkan dirinya bersama warga lainnya jaga rumah masing-masing agar aman,” ucapnya.
Mereka bahkan dengan bencana tahunan ini ingin pindah ditempat yang aman, namun biaya yang mahal untuk beli rumah baru harus rela tinggal di daerah banjir sampai saat ini.
“Maunya pindah di desa yang aman dari banjir tapi biaya rumah sekarang ratusan juta, tapi harus tetap tinggal disini meskipun banjir tahunan terjadi,” tutupnya.
(bah/dim)
