Menu

Mode Gelap
Prof Tjandra: Varian Omicron Mungkin Berdampak pada Obat Pasien COVID-19

News

Miris, Hak Atlet Disunat. Perwakilan Atlet Bersama GM FKPPI Lurug Pemkot Pasuruan

badge-check


					Ayik Suhaya saat berorasi didepan kantor Wali Kota Pasuruan Perbesar

Ayik Suhaya saat berorasi didepan kantor Wali Kota Pasuruan

PASURUAN (faktapasuruan) – Pemerintah Kota Pasuruan dilurug perwakilan atlet Porprov Jatim yang didampingi oleh anggota GM-FKPPI. Senin (02/03/2026).

Kedatangan mereka bukan tanpa sebab. Pasalnya, atlet Porprov yang sempat viral dengan menginjak papan bonus dengan rasa kecewa tersebut ingin mendapatkan haknya secara utuh.

Kekecewaan para atlet ditanggapi serius oleh Ayik Suhaya, S.H., seorang aktivis yang tergabung sebagai Wakil Gubernur LIRA jatim, dan dikenal vokal terhadap ketidaksesuaian aturan yang diterapkan oleh suatu pemerintahan.

Ayik mengatakan bahwa sangat miris terhadap matinya akal pemerintah Kota Pasuruan yang tega memangkas bonus yang seharusnya sudah menjadi hak para atlet.

“Mari kita bersama-sama mendatangi kantor Wali Kota Pasuruan untuk menyerukan keprihatinan kita terhadap matinya rasa kejujuran dan keadilan pemerintah Kota Pasuruan yang tega memangkas bonus para atlet porprov kemarin,” ujar Ayik Suhaya.

Kedatangan Ayik Suhaya dengan perwakilan atlet menyoroti tajam adanya kebijakan efisiensi anggaran yang dianggap mendzolimi hak para atlet. Perbandingan penurunan nominal bonus yang memicu kemarahan yakni pemotongan hingga 60 persen.

Wahyu, salah satu perwakilan atlet yang menjabat sebagai asisten pelatih mengatakan bahwa pemotongan bonus hingga 60 persen dan tidak ada sosialisasi sebelumnya.

“Kami hanya meminta hak kami dikembalikan sepenuhnya. Tidak ada sosialisasi, dan kami tidak tahu. Dulu bonus mendapat 30 juta, 20 juta dan 10 juta, sekarang turun 60 persen dan hanya mendapat 10 juta, 7,5 juta dan 5 juta rupiah saja,” terang Wahyu, yang turut hadir dalam menuntut hak para atlet.

Wahyu juga menjelaskan bahwa dirinya sangat merasa kecewa dengan adanya hal tersebut. Yang seharusnya di apresiasi oleh pemerintah, malah sebaliknya.

“Seharusnya pemerintah Kota Pasuruan lebih mensuport kita di bidang olah raga. Karena kami pegiat olahraga secara tidak langsung sudah membuat nama Kota Pasuruan baik,” lanjut Wahyu.

Ayik Suhaya juga menyentil adanya isu ketidak harmonisan di internal birokrasi. Ia menduga adanya beberapa kelompok N1 (Walikota), N2 (Wakil Walikota), dan N3 (Sekda) yang menyebabkan kebijakan tidak sinkron dan merugikan rakyat.

Dalam aksi yang dilakukan, Ayik Suhaya memberikan kado spesial untuk Wali Kota, yakni karangan bunga dengan tulisan ucapan belasungkawa kepada Wali Kota Pasuruan, Kepala Dispora Kota Pasuruan, dan Ketua KONI Kota Pasuruan.

“Hadiah karangan bunga ini kami berikan sebagai bentuk kekecewaan kepada pemerintahan Kota Pasuruan. Mati Roso, Janji-janji kampanyemu palsu terhadap atlet yang berprestasi,” tutup Ayik Suhaya.

(dim)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sedang Urus Administrasi, Residivis Curas Dibekuk Polisi

16 April 2026 - 14:15 WIB

Kolaborasi Pemkot Pasuruan–Indomaret, 250 Balita Terima Bansos dan Layanan Kesehatan

16 April 2026 - 14:08 WIB

Stabilkan Harga, Satgas Pangan Polres Pasuruan Gelontorkan 9,6 Ton Minyakita

16 April 2026 - 12:05 WIB

Nihil Calo dan Pungli, Pemohon SIM Satpas Polres Pasuruan Kota Nyaman

16 April 2026 - 08:08 WIB

Diduga Korsleting Listrik, Warung dan Rumah Warga Gempol Ludes Terbakar

15 April 2026 - 19:34 WIB

Trending di Insiden