PASURUAN (faktapasuruan) – Setiap tahun menjadi langganan banjir, petugas Pasar Ngempit berinisiatif membersihkan selokan dari sampah yang menyumbat.
Jumat, (16/01/2026), petugas Pasar Ngempit, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan nampak bergotong royong melakukan pembersihan menyeluruh di area sekitar lingkungan pasar.
Tak hanya membersihkan sampah yang ada disekitar lokasi pasar, demi mengantisipasi tingginya debit air hujan, petugas bahkan rela berkotor-kotor dengan mengambili sampah yang dapat berpotensi menyebabkan tersumbatnya sampah diselokan.
Nasub selaku Kepala Pasar Ngempit menjelaskan, kerja bakti di pasar bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung pasar, menjaga kebersihan dan bebas dari sampah agar pasar tidak terlihat kotor dan kumuh.
“Kerja bakti di pasar bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung dan ketertiban dalam pasar, agar pasar kita sehat, tidak kumuh dan bebas dari sampah,” jelas Nasub.

Untuk perlu diketahui, Pasar Ngempit setiap tahunnya sudah menjadi langganan banjir. Ketinggian air bisa mencapai setinggi perut orang dewasa.
Di Pasar Ngempit, saluran air atau selokan yang ada didalam nampak langsung menuju sungai, sehingga saat air sungai meluap bisa langsung masuk ke area pasar dan mengakibatkan banjir.
“Pada cuaca ekstrem ini perlu mewaspadai banjir karena air sungai bisa masuk ke dalam pasar. Harus ada penanganan perbaikan drainase air atau got yang ada di dalam pasar biar air sungai tidak masuk langsung ke pasar ketika air sungai meluap,” lanjut Nasub.
Tak hanya selokan yang terhubung langsung ke sungai, bahkan nampak dengan jelas jika antara pasar dan sungai lebih tinggi sungainya. Itu menjadi salah satu penyebab air banjir gampang masuk ke pasar bahkan ke permukiman warga.
“Pembersihan lingkungan tak hanya saat hujan atau banjir saja, bahkan setiap hari petugas pasar melakukan pembersihan area agar pengunjung nyaman dan tidak risih untuk berbelanja di pasar,” tutup Nasub.
(dim)







