PASURUAN (faktapasuruan) – Satlantas Polres Pasuruan berkolaborasi dengan Dishub Kabupaten Pasuruan gelar Rampcheck inspeksi terhadap angkutan umum atau pariwisata. Selasa (09/12/2025), sekitar pukul 09.00 WIB.
Bertempat di Pool Solo Putra Makmur, yang berada di Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, petugas melekukan pengecekan terhadap belasan bus yang berada di dalam pool tersebut.
Dalam kegiatan tersebut nampak dihadiri oleh anggota Satlantas Polres Pasuruan, Dinas Perhubungan Prov.Jatim UPT Probolinggo, serta Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan.

Pemeriksaan meliputi aspek krusial, mulai dari fungsi sistem pengereman, kondisi ban, lampu-lampu penerangan, hingga kelengkapan surat kendaraan dan administrasi pengemudi.
Tujuan utama dari Rampcheck ini adalah upaya pencegahan dini untuk meminimalkan potensi kecelakaan lalu lintas, terutama yang diakibatkan oleh faktor kendaraan besar (Bus).
Kasat Lantas Polres Pasuruan AKP Derie Fradesca, melalui Kanit Kamsel Aipda Arifian Miftahul Firdaus menjelaskan, kegiatan yang dilakukan untuk menekan fatalitas kecelakaan lalu lintas serta tidak ingin saat natal dan tahun baru nanti ada korban jiwa karena kelalaian dalam perawatan kendaraan.
“Fokus kami adalah rem blong dan kelayakan teknis lainnya. Kami tidak ingin ada korban jiwa saat momen Nataru 2025/2026 yang diakibatkan karena kelalaian dalam perawatan kendaraan. Setiap bus harus dipastikan dalam kondisi prima, sebelum membawa penumpang,” tegas Aipda Arifian Miftahul Firdaus.
Aipda Arifian juga menambahkan, kegiatan Rampcheck ini akan dilakukan secara berkala dan berkesinambungan hingga puncaknya masa libur Nataru tiba. Bus yang kedapatan tidak layak jalan akan dilarang beroperasi sampai dilakukan perbaikan sesuai standar.
Upaya kolaboratif ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang akan menggunakan jasa angkutan umum untuk mudik atau berlibur di akhir tahun. Pengecekan kelayakan ini menjadi salah satu kunci penting untuk menekan angka fatalitas kecelakaan.
“Dengan adanya kegiatan Rampcheck ini, masyarakat diimbau untuk tidak ragu melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan bus atau angkutan umum yang dicurigai tidak layak jalan. Itu bertujuan agar pengguna jalan aman dan nyaman,” tutup Aipda Arifian.
Dari sebanyak 18 armada bus milik Solo Putra Makmur yang diperiksa petugas, seluruhnya nampak lulus Rampcheck dan dinyatakan layak beroperasi.
(dim)








