Menu

Mode Gelap
Prof Tjandra: Varian Omicron Mungkin Berdampak pada Obat Pasien COVID-19

Entrepreneur & Bisnis

Bahan Baku Furniture Naik Drastis, Pengusaha Mebel Mengeluh

badge-check


					Deretan pengusaha mebel di Kota Pasuruan yang mengeluh harga bahan baku naik Perbesar

Deretan pengusaha mebel di Kota Pasuruan yang mengeluh harga bahan baku naik

PASURUAN (faktapasuruan) – Kenaikan harga bahan baku kimia kian menekan pelaku usaha mebel di Kota Pasuruan, dalam beberapa hari terakhir, lonjakan harga terjadi pada berbagai komponen penting produksi, mulai dari plitur, tiner, hingga bahan pelarut lainnya.

Pengrajin mebel asal Pasuruan, Lukman, mengaku kenaikan harga berlangsung cepat dan cukup tajam. Ia mencontohkan, harga plitur semprot yang sebelumnya sekitar Rp 100 ribu per galon kini naik menjadi Rp 150 ribu. Sementara tiner kualitas A yang semula Rp 10 ribu per liter kini menyentuh di harga Rp 14 ribu.

“Kalau dihitung, kenaikannya bisa sampai sekitar 40 persen, sementara kami paling berani menaikkan harga jual ke konsumen sekitar 10 persen saja,” ujarnya, Jumat (17/04/2026).

Kondisi tersebut membuat margin keuntungan tergerus cukup dalam, Lukman mengaku harus mengambil langkah hati-hati, termasuk menunda produksi atau menahan pesanan jika harga tidak disepakati terlebih dahulu dengan konsumen.

“Kalau dipaksakan bisa rugi. Jadi kadang lebih baik ditunda dari pada tetap produksi tapi tidak balik modal,” imbuhnya.

Sementara itu, hasil pemantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pasuruan menunjukkan kenaikan harga juga terjadi di tingkat distributor dan toko bahan baku.

Kabid Perdagangan Disperindag Kota Pasuruan, Mulyono, menyebut lonjakan harga bervariasi, mulai dari 20 persen hingga bahkan mencapai 80 persen untuk beberapa jenis bahan.

Di sejumlah toko, harga tiner dalam kemasan drum dilaporkan naik dari sekitar Rp 1,5 juta menjadi Rp 2,45 juta. Sementara spirtus mengalami kenaikan lebih tinggi, dari Rp 2 juta menjadi Rp 3,5 juta per drum atau naik sekitar 75 persen.

“Kenaikan ini mulai terjadi sejak awal April, dan sebagian bahan lain naik bertahap setelah Lebaran,” jelasnya.

Selain tiner dan spirtus, bahan lain seperti cat, lem, dan bahan finishing juga mengalami kenaikan di kisaran 20 hingga 80 persen. Namun, untuk beberapa komponen seperti busa dan kain, harga relatif masih stabil, meski produk baru seperti spon dilaporkan naik sekitar 20 persen.

Menurut Mulyono, kenaikan ini dipicu oleh faktor pasokan dari luar daerah serta dinamika global. Ketergantungan bahan baku impor membuat harga mudah terdampak fluktuasi, termasuk harga minyak dunia dan kondisi geopolitik.

“Sebagian bahan berasal dari luar kota, bahkan luar negeri. Jadi ketika supplier menaikkan harga atau pasokan terbatas, langsung berpengaruh ke pasar lokal,” pungkasnya.

(bah/dim)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Cegah Kecelakaan, Satlantas Polres Pasuruan Pasang Banner Peringatan disepanjang Glanggang – Kedungboto

17 April 2026 - 17:12 WIB

Tambah Ilmu Pengetahuan, BPBD Kabupaten Pasuruan Jadi Jujukan

17 April 2026 - 15:33 WIB

Institute Achmad Dahlan Probolinggo Gelar Forum Diskusi Penuh Inspirasi Gandeng Media Pilarpos

17 April 2026 - 12:03 WIB

Triwulan Pertama BNNK Rehab 60 Pecandu Narkoba

17 April 2026 - 11:52 WIB

Sedang Urus Administrasi, Residivis Curas Dibekuk Polisi

16 April 2026 - 14:15 WIB

Trending di News