Menu

Mode Gelap
Prof Tjandra: Varian Omicron Mungkin Berdampak pada Obat Pasien COVID-19

News

Cuaca Ekstrem, Nelayan Dilaporkan Hilang Saat Mencari Kepiting

badge-check


					Polairud dibantu warga saat melakukan penyisiran pencarian nelayan yang hilang Perbesar

Polairud dibantu warga saat melakukan penyisiran pencarian nelayan yang hilang

PASURUAN (faktapasuruan) – Cuaca ekstrem masih menghantui nelayan pesisir Pasuruan, dilaporkan seorang nelayan hilang saat mencari kepiting dengan menggunakan perahu pada Minggu (08/02/2026) dini hari.

Korban diketahui bernama Suparto (52) warga Semare, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan yang saat itu berada di perairan pesisir Desa Kisik.

Kasat Polairud Polres Pasuruan Kota AKP Edy Suseno menjelaskan, korban berangkat melaut seorang diri, namun hingga malam hari korban tak kunjung pulang. Sehingga keluarga kemudian melaporkan hilangnya korban kepada pemerintah desa setempat.

“Korban mencari kepiting di laut berangkat sore hari, tapi hingga malam tidak ada kabar dan pihak keluarga melaporkan ke desa,” kata Edy, Selasa (10/02/2026).

Edy menambahkan keberadaan korban sebenarnya sempat diketahui nelayan lain yang sedang melaut, melihat sebuah perahu terombang-ambing di perairan Kisik, Desa Kalirejo, KecamatanKraton. Mesin perahu itu hidup, namun tidak nampak adanya orang di perahu itu.

“Jadi mesinnya berjalan sendiri tanpa pengemudi. Waktu itu ombak juga terlihat cukup besar karena angin sedang kencang,” ucapnya.

Pemerintah Desa Semare dan Kalirejo, Kecamatan Kraton, yang mengetahui ada nelayan hilang, langsung melakukan pencarian. Didalam perahu ditemukan barang-barang pribadi korban yang masih utuh, seperti sandal dan rokok. Namun korban tidak ditemukan.

Menindaklanjuti laporan keluarga dan temuan perahu tersebut, Tim SAR gabungan mulai melakukan operasi pencarian korban hingga hari kedua belum juga ditemukan.

“Tim gabungan terdiri atas BPBD Kabupaten Pasuruan, BPBD Kota Pasuruan, Polairud Polres Pasuruan Kota, serta relawan dari warga sekitar,” jelasnya.

Koordinator TRC BPBD Kabupaten Pasuruan Imron Rosyadi menyampaikan, pencarian dilakukan sejak pagi meski terkendala cuaca, angin kencang dan hujan gerimis menjadi hambatan utama dalam proses penyisiran.

“Kami bersama-sama dengan BPBD Kota Pasuruan serta gabungan relawan mulai pagi mencari nelayan yang dilaporkan hilang. Sembari menunggu tim Basarnas, kami menyisir di area korban terakhir hilang,” terangnya.

(bah/dim)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sedang Urus Administrasi, Residivis Curas Dibekuk Polisi

16 April 2026 - 14:15 WIB

Kolaborasi Pemkot Pasuruan–Indomaret, 250 Balita Terima Bansos dan Layanan Kesehatan

16 April 2026 - 14:08 WIB

Stabilkan Harga, Satgas Pangan Polres Pasuruan Gelontorkan 9,6 Ton Minyakita

16 April 2026 - 12:05 WIB

Nihil Calo dan Pungli, Pemohon SIM Satpas Polres Pasuruan Kota Nyaman

16 April 2026 - 08:08 WIB

Diduga Korsleting Listrik, Warung dan Rumah Warga Gempol Ludes Terbakar

15 April 2026 - 19:34 WIB

Trending di Insiden