PASURUAN (faktapasuruan) – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menargetkan proyek peninggian Jembatan Bokwedi di Kota Pasuruan selesai pada September 2026, demi memastikan kelancaran transportasi menjelang periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
Menurutnya, proyek yang sejatinya dimulai pada Desember 2025 dan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 tersebut diproyeksikan akan selesai dalam waktu lima bulan sejak dimulainya proyek pada April 2026.
“September Insya Allah selesai, pekerjaan fisik baru dimulai pada April 2026 karena sebelumnya pemerintah menunggu selesainya masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, dan juga Lebaran 2026 agar mobilitas masyarakat tidak terganggu,” kata Dody saat mengunjungi lokasi proyek.
Dody menegaskan bahwa peninggian jembatan tersebut juga akan dibarengi dengan peninggian jembatan rel kereta api yang berada persis di sebelah Jembatan Bokwedi.
Ia menjelaskan bahwa peninggian kedua infrastruktur tersebut merupakan upaya pemerintah untuk mengurangi dampak banjir yang kerap melanda titik tersebut.
“Peninggian jembatan ini karena menjadi penyebab banjir disekitar jembatan, maka peninggian sangat perlu dilakukan agar luapan ke pemukiman dan jalan bisa teratasi,” ucapnya.
Sebagai informasi, pihak terkait menutup total Jalan Ir. Juanda, Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, yang merupakan jalur utama yang menghubungkan Kota/Kabupaten Probolinggo dengan Kota/Kabupaten Pasuruan sebagai imbas dari proyek tersebut.
Arus lalu lintas dari Probolinggo dan sebaliknya bagi kendaraan umum roda empat dan roda dua dialihkan melalui berbagai jalur alternatif dalam Kota Pasuruan, sementara untuk kendaraan besar, lalu lintas dialihkan melalui tol setempat.
(bah/dim)
