PASURUAN (faktapasuruan) – Warga Dusun Andongbang, Desa Jatisari, Kecamatan Purwodadi digemparkan dengan adanya dugaan kakek melecehkan cucunya sendiri yang masih berusia 13 tahun. Minggu (19/04/2026).
Nasib malang dialami oleh mawar (nama samaran), gadis yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini diduga dilecehkan kakeknya sendiri.
Warga setempat resah, pasalnya sang kakek mesum (pelaku) masih bebas berkeliaran.
Kepada awak media, NNF, Ibu kandung Mawar, mengungkapkan kepedihan hatinya saat mendengar anaknya menjadi korban pelecehan seksual.
Mirisnya, sang pelaku adalah mertua dari mantan suaminya. Peristiwa tragis itu terjadi sekitar sepuluh hari yang lalu. Tak hanya sekedar pelecehan, pelaku tega merenggut kesucian anaknya yang masih di bawah umur tersebut.
“Dari pengakuan anak saya, dia diperkosa. Saat pelaku melakukan perbuatan tidak senonoh itu, anak saya hanya merasakan sakit, lalu vaginanya terasa basah. Ia mengusapnya dengan tisu dan melihat ada darah. Setelah itu, pelaku memberinya uang dan berpesan agar tidak memberi tahu siapapun,” ungkap ibu kandung Mawar yang saat ini tinggal di Dusun Gunungmalang, Desa Tambaksari.
“Anak saya ikut mantan suami saya dan tinggal di Andongbang. Yang melakukan itu mertua dari mantan suami saya,” jelas NNF.
Sementara itu SK, salah satu warga Andongbang menyampaikan kalau saat ini dikampungnya “Geger”, adanya dugaan Kakek lecehkan cucu. Anehnya, kata SK, orang tua dari korban menutup nutupi kasus tersebut.
Padahal, lanjut SK, mertuanya sudah mengakui dan meminta maaf kepada pihak keluarga korban (mantan istri orang tua korban). Sayangnya, ayah kandung korban seolah membela sang pelaku.
“Memalukan mas, pelaku sudah mengakui perbuatannya yang melecehkan cucunya. Saya sangat malu kampung saya dibuat begini. Gak becus orang tua korban ini,” ungkapnya.
Saat ini, warga Andongbang, Desa Jatisari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan berharap kepada penegak hukum dan lembaga untuk turun ke lokasi, agar predator tua itu di amankan.
(mu/dim)
