PASURUAN (faktapasuruan) – Setelah para pedagang daging dan jagal sapi mogok berjualan di wilayah Kota Pasuruan, akibat tingginya harga daging saat ini juga marak pasokan daging murah dari luar daerah.
Kejadian ini juga dirasakan oleh pedagang daging di pasar Bangil, Kabupaten Pasuruan dengan menurunnya pembeli saat ini akibat harga daging yang cukup mahal.
Kenaikan harga daging dirasakan sejak pertengahan bulan puasa ramadhan, yakni mulai dari Rp 110 ribu per kilogram hingga saat ini mencapai Rp 135 ribu per kilogramnya.
“Harga naik terus mulai bulan puasa puncaknya dua hari ini mencapai Rp 130 sampai 135 ribu per kilogramnya dengan kualitas super,” kata Anis salah satu pedagang daging, Selasa (07/04/2026).
Dirinya menyampaikan untuk tetap bertahan dan pelanggan tetap membeli daging pada dirinya, berbagai cara dilakukan mulai dari memberikan potongan hingga tambahan daging.
“Pelanggan yang setiap hari beli kita potong harga umumnya, soalnya sudah lama beli disini agar tidak berpindah ke yang lain,” ujarnya.
Anis bahkan mengeluhkan, bahwa saat ini selain harga semakin tinggi, omset jualan turun sekitar 30 persen, dari 40 kilogram setiap harinya saat ini hanya bisa menjual 25 kilogram saja.
“Turun sekarang jualannya, dulu harga daging masih di angka 100 banyak pembeli, sekarang merosot sejak naik,” jelasnya.
Ketua paguyuban pedagang daging Habibi menyampaikan, kenaikan harga daging sapi saat ini disebabkan oleh tingginya harga sapi di pasaran, selain itu stok sangat minim di tingkat peternak.
“Ada beberapa faktor kenaikan harga daging sapi saat ini, sapi lokal semakin mahal juga stok menipis,” singkatnya.
(bah/dim)

Habibi, Penjual daging yang ada di Pasar Pandaan







