PASURUAN (faktapasuruan) – Komitmen dalam menciptakan Pasuruan bersih dari prostitusi dan menjaga kekhusyukan masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa, Satpol-pp Kabupaten Pasuruan melakukan penyisiran tempat mangkalnya para wanita malam di kawasan Tretes, Kecamatan Prigen.
Para penegak Perda menyisir lorong-lorong pemukiman dan wisma yang kedapatan masih adanya sekelompok wanita yang diduga kuat berprofesi sebagai pekerja seks komersial (PSK).
Kabid PPUD Satpol PP Kabupaten Pasuruan Suyono, S.E,. menyampaikan, bahwa kegiatan malam ini untuk menjaga wilayah Kabupaten Pasuruan dari kegiatan prostitusi, bahkan mayoritas wanita yang terjaring berasal dari luar provinsi Jawa Timur.
“Ada temuan 10 orang yang mengaku berasal dari wilayah Jawa Barat, tepatnya dari Bandung, dan langsung kami perintahkan untuk pulang hari ini,” tegas Suyono.
Pihak Satpol PP memberikan pilihan tegas kepada mereka untuk meninggalkan lokasi secara mandiri atau dibawa ke kantor secara paksa. Sebagian besar dari mereka akhirnya menyadari kesalahan dan memilih untuk segera mengemasi barang-barang mereka.
Tindakan tegas ini dilakukan tanpa pandang bulu terhadap semua pengelola yang terbukti memfasilitasi aktivitas terlarang saat bulan ramadhan.
“Kami melaksanakan pembubaran paksa sebagai bentuk nyata bahwa tidak ada kata tebang pilih dalam penegakan perda,” tambahnya.
Selain personel kabupaten, jajaran Kasi Trantib Kecamatan Prigen juga turut diterjunkan sebagai penggerak utama di lapangan. Kolaborasi ini dilakukan untuk memperkuat pengawasan di titik-titik rawan yang sering dijadikan tempat mangkal para pelanggar.
Saat ini kawasan tersebut terus dipantau secara berkala oleh tim patroli guna mencegah kembalinya para pelaku ke lokasi semula.
Pemerintah berharap pendekatan persuasif ini cukup efektif untuk mengakhiri praktik asusila di kawasan wisata Prigen.
(bah/dim)








