PASURUAN (faktapasuruan) – Pelabuhan Kota Pasuruan sempat memanas setelah adanya pembakaran perahu nelayan milik warga Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan yang terparkir di pelabuhan, pada Rabu (04/02/2026) malam.
Aksi ini dipicu adanya konflik antar nelayan saat melaut, dimana nelayan warga Kelurahan Ngemplak Rejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan yang cekcok terkait dengan penggunaan alat tangkap ikan.
Dari informasi yang beredar, perkara ini berawal dari nelayan Kelurahan Ngemplak Rejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan menggunakan jaring trawl, sehingga nelayan dari Desa Kalirejo melakukan pembakaran perahu.
“Awalnya sore terjadi perselisihan di laut saat mencari ikan, hingga berujung pembalasan pembakaran perahu oleh warga Ngemplak Rejo,” ucap Abdul Halim.
Aksi ini semakin memanas ratusan warga melurug ke Desa Kalirejo, namun dengan sigap Kepolisian dan TNI langsung melakukan penghadangan dan dilakukan mediasi dengan tokoh-tokoh masyarakat.
“Adanya laporan akan adanya aksi balas dendam, Kepolisian dan TNI langsung turun melakukan penghadangan dan memfasilitasi mediasi hingga kesepakatan damai,” jelas AKBP Titus Yudho, Kapolres Pasuruan Kota.
Dalam insiden ini sedikitnya ada delapan perahu nelayan dari kedua kelompok nelayan yang terbakar.
Saat ini, Kamis (05/02/2026), nampak beberapa perahu nelayan yang terbakar terpasang police line dan dijaga ketat oleh petugas kepolisian.
(bah/dim)

Police line nampak terpasang di beberapa perahu yang terbakar, Kamis (05/02/2026)







