PASURUAN (faktapasuruan) – Akibat cuaca ekstrem yang melanda laut Jawa khususnya wilayah pesisir Pasuruan berdampak kepada ratusan nelayan di Kota Pasuruan yang dilarang melaut untuk mengantisipasi keselamatan.
Edaran dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan melalui kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas lV Probolinggo, tentang keselamatan dan keamanan pelayaran dalam rangka meningkatkan keselamatan.
Untuk mengisi waktu luang para awak kapal ikan melakukan perbaikan jala yang rusak akibat terkena karang, juga melakukan perbaikan kecil pada kapal ikan yang ada.
Rahmat, salah satu awak kapal menyampaikan, sejak sepekan sudah tidak boleh melaut, seiring terjadinya cuaca ekstrem dengan angin kencang dan ombak besar, kita sementara mengisi waktu dengan perbaiki jala yang robek.
“Saat ini kita hanya bisa kerja di darat, salah satunya perbaikan jala yang robek, dan ada juga teman yang melakukan servis mesin kapal,” kata Rahmat, Sabtu (17/01/2026).
Hal senada juga disampaikan oleh Ilham, salah satu nelayan di Kota Pasuruan, saat ini hanya bisa menunggu kondisi normal baru bisa melaut. Untuk kapal kecil sangat dilarang untuk melaut untuk keselamatan.
“Menunggu informasi dari kantor Syahbandar apabila kondisi normal, kita yang kapal kecil sangat bahaya kalau tetap melaut,” terangnya.
Hingga saat ini, ratusan nelayan Kota Pasuruan hanya bisa menunggu informasi dari kantor Syahbandar IV Probolinggo, dan berharap pada informasi berikutnya cuaca sudah normal kembali.
(bah/dim)







