PASURUAN (faktapasuruan) – Liburan panjang Natal 2025 dan Tahun baru 2026 dipenghujung tahun 2025 dimanfaatkan masyarakat secara umum untuk berwisata menghilangkan kepenatan di tengah kesibukan aktifitas kerja.
Mereka berlibur dengan berbagai opsi, salah satunya mengunjungi destinasi wisata diberbagai tempat sambil menikmati pemandangan alam dan menikmati masa liburnya.
Akan tetapi bagi para mahasiswa Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam (STEBI) Syaikhona Kholil Sidogiri, Program Rekognisi Pembalajaran Lampau (RPL), dihari libur ini tetap semangat mengikuti PKM (Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat).
Kamis (25/12/2025) bertempat di Balaidesa Wonokerto, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, mahasiswa STEBI program RPL melakukan kunjungan dan penelitian terkait bisnis berkelanjutan yang bergulir pesat dan membanggakan di Desa Wonokerto.
Dengan disambut penuh gembira oleh Kepala Desa beserta jajaran perangkat desa, mahasiswa mendapat arahan dan informasi pengalaman dari pelaku usaha di Desa tersebut.

Sugiono, S.Pd selaku Kepala Desa Wonokerto memberikan sambutan dan sharing pengalamannya dalam memulai bisnis usaha Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) yang sukses menjadi KDMP dan BUMDES terbaik di Jawa Timur.
“Awalnya kami diberi beban dan tantangan oleh Pemerintah Daerah, bahwa Desa Wonokerto ini dijadikan sebagai tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Kabupaten Pasuruan. Untuk pertama kali kami menolak, tapi dengan upaya dan pemikiran bisnis, maka proyek tersebut kami terima. Bahkan pernah dikunjungi oleh investor dan diberi kontrak dengan nilai 200jt untuk diajak kerjasama dalam pengolahan sampah. Akan tetapi ajakan itu kami tolak, karena kita tahu nilai ekonomi sampah sangat besar jika kita kelola dengan baik,” jelas Sugiono.
“Dan Alhamdulillah kami mampu serta bisa memanejemen pengolahan sampah. Dari 10 Ton sampah per hari yang dikirim ke TPA, kami pilah antara sampah residu dan sampah yang mempunyai nilai ekonomi, sehingga bisa memberikan income yang sangat besar bagi Pendapatan Asli Desa (PAD) Desa Wonokerto,” lanjutnya.

“Selanjutnya terkait KDMP atau Kopdes Wonokerto, sebelum instruksi Presiden terkait pendirian KDMP dikeluarkan, kami sudah bergerak dan mengawali berdirinya koperasi ini dengan mengumpulkan anggota sebanyak 34 orang, bermodal awal hanya Rp.3.740.000, dari simpanan pokok Rp.100.000, dan simpanan wajib anggota koperasi sebesar Rp.10.000. Maka kami melihat potensi yang mendukung disekitar koperasi, yaitu adanya sekolah TK, SD, MI dan MTS, dengan jumlah siswa yang lumayan banyak, untuk itu kami mulai usaha jualan es krim, dan akhirnya terjalin kerjasama dengan berbagai partner agen es krim serta pengembangan toko/gerai sembako,” ulas Pak Kades.
“Intinya dengan keyakinan dan kerja keras serta kreatifitas, maka bisnis yang kita jalankan akan berhasil, sambil pintar memilih pasar dan jenis usaha sesuai potensi yang kita punya,” pungkas Kepala Desa Wonokerto yang juga berstatus sarjana Matematika lulusan Universitas Malang.
Tak hanya itu, Dosen STEBI Program RPL, juga turut mendampingi mahasiswa dalam Penelitian Bisnis di Desa Wonokerto ini.
Nurul Huda, selaku Koordinator Program RPL sengaja mengajak para mahasiswa RPL untuk melaksanakan PKM di Desa Wonokerto karena desa ini merupakan rujukan percontohan sebagai tempat studi banding, dengan keberhasilannya dalam pengelolaan manajemen usaha berkelanjutan.
Dari sini diharapkan nantinya para mahasiswa mampu belajar secara teori dan praktek langsung dilapangan, dengan penelitian bisnis yang sudah berjalan aktif di Desa Wonokerto.
“Kami berterima kasih kepada Pak Kades dan segenap jajaran perangkat desa, yang telah bersedia menerima tim dari Kampus STEBI serta para mahasiswa RPL, untuk belajar banyak terkait pengelolaan bisnis/usaha berkelanjutan di Desa Wonokerto. Sekaligus nantinya bisa terjalin kerjasama antara kampus STEBI dengan Pemerintahan Desa Wonokerto, dengan program beasiswa gratis bagi para pelaku usaha atau warga kurang mampu yang ada di Desa Wonokerto, bisa kuliah di STEBI, sehingga ilmu ekonomi nya bisa diterapkan di Desa Wonokerto,” tutur Pak Huda yang notabene kawan lama dari Pak Kades Sugiono.
Sementara itu, Dr. Asif Nur Fauzi, S.Sos. M.Si selaku penanggungjawab dan juga dosen RPL, menyampaikan bahwa Tri Dharma Perguruan Tinggi mutlak dilaksanakan yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan serta Pengabdian Kepada Masyarakat.
“Maka tiga komponen ini sudah kita laksanakan dengan baik, sehingga visi untuk memajukan ilmu pengetahuan dan meningkatkan kesejahteraan akan terwujud. Melalui kegiatan yang kita lakukan saat ini, bisa merealisasikan slogan kampus STEBI sebagai kampus para wirausahawan. Kita bisa belajar dari Pak Kades Sugiono, Kades muda yang visioner, yang kreatif, Inovatif dan Adaptif, sehingga kita bisa mengembangkan bisnis/usaha kita dengan baik,” tuturnya.
Selanjutnya para mahasiswa didampingi Pak Lukmansyah selaku dosen RPL, berkeliling ke gerai usaha milik KDMP/Kopdes Wonokerto, melakukan wawancara kepada pengurus dan karyawan gerai sembako yang ada di depan Balaidesa.

Gerai yang mirip toko modern ini, menjual berbagai kebutuhan masyarakat, dan sudah beromzet jutaan rupiah dalam sehari. Dan ini merupakan salah satu gerai terbaik KDMP, yang sudah dikelola secara profesional dengan pendampingan dari konsultan.
Selain gerai sembako, terdapat juga gerai pupuk dan gudang, gerai apotek dan gerai klinik kesehatan. Sangat lengkap dan maju, sehingga layak KDMP Wonokerto menjadi rujukan studi dan penelitian para mahasiswa RPL.
(H. Imam Ari Wahidi/Mahasiswa RPL)







