PASURUAN (faktapasuruan) – Dinas Sosial Kota Pasuruan dalam menaungi teman-teman penyandang disabilitas terus dilakukan dengan berkaya, meskipun kekurangan yang selama ini menjadi hambatan dalam melakukan kegiatan.
Namun upaya yang dilakukan Dinsos Kota Pasuruan dapat dikatakan berhasil dengan meningkatnya ekonomi dari pembuatan keset dengan bahan kain perca yang diberi nama “Keset Rehat”.
Dalam proses pembuatan tergolong mudah dimana kain perca dimasukkan dalam sebuah kain, selanjutnya dianyam hingga terbentuk keset dengan model persegi empat.
Kepala Dinsos Kokoh Arie Hidayat menyampaikan, usaha yang dilakukan teman disabilitas ini sangat didorong dan dimotivasi agar tetap jalan, terbukti saat ini mereka kebanjiran order dari masyarakat sekitar bahkan perkantoran.
“Ini salah satu program Dinsos dalam meningkatkan ekonomi, dengan membuat keset ternyata mereka malah kebanjiran order,” kata Kokoh, Kamis (15/01/2026).
Mas Kokoh sapaan akrab Kepala Dinsos ini menjamin kualitas hasil produksi keset rehat ini lebih kuat dibandingkan keset di pasaran, meskipun harga sedikit mahal dan proses pembuatan dengan perasaan.
“Keset Rehat ini bener-bener kuat dan layak digunakan, meskipun harga per biji Rp 25 ribu. Pembuatannya juga dengan perasaan, pasalnya perajin mengalami kekurangan,” terangnya.
Kedepan agar produksi tidak kesulitan bahan baku, Dinsos akan melakukan penjajakan kerjasama dengan perusahaan konveksi untuk kain perca dan dari segi harga terbilang lebih murah.
“Kita masih mencari perusahaan konveksi yang nanti bisa mendapatkan kain perca lebih murah dan harga jual akan turun,” ucapnya.
Mustain salah satu penyandang disabilitas tuna netra yang ikut dalam produksi keset mengungkapkan sangat senang, dengan berkarya kita dihargai dan bisa menambah kebutuhan sehari-hari dari memijat selama ini.
“Sangat senang ada pemasukan tambahan yang biasanya hanya dari memijat, kini ada tambahan dari produksi keset bersama teman-teman,” singkat Mustain.
(bah/dim)







